IMC Desak Transparansi dan Efisiensi Anggaran di Lingkungan Diskominfo-SP Kabupaten Lebak, Tekan Pembatalan Proyek Pengadaan Kalenderp

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com – Lebak, 27 April 2026– Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) melangsungkan aksi demontrasi di Depan Kantor DiskominfoSP Lebak, Pada Senin, 27 April 2026. Aksi tersebut merupakan respon tegas terhadap rencana proyek pengadaan kalender yang dinilai tidak relevan dan proporsional. Dalam hal ini, IMC menekankan beberapa tuntutan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta tata kelola pemerintahan secara bersih.

 

Disampaikan Hendrik Arrizqy, Ketua Coordinator Center (CC) IMC, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan berorientasi pada kepentingan rakyat”. Ungkap Hendrik.

 

Disisi lain, dirinya berharap agar segera dilakukannya evaluasi serta perbaikan ditubuh Diskominfo-SP Kabupaten Lebak supaya kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata terhadap publik.

Baca Juga :  BRI Tanjungpinang Merapat ke Lapas Narkotika, Sinergi Diperkuat - Layanan Keuangan Jadi Fokus

“Diskominfo-SP Kabupaten Lebak agar secepatnya melakukan evaluasi supaya kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata”. Tegas Hendrik.

 

Ia juga megaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Adapun beberapa atensi yang dilayangkan antara lain:

 

1. Mendesak Pembatalan Proyek Kalender, Mahasiswa menilai bahwa proyek pengadaan kalender 2027 yang digagas Diskominfo-SP tidak relevan dan tidak proporsional. Selain itu, terdapat dugaan indikasi korupsi yang bersifat sistematis, sehingga berpotensi dilakukan berulang kali di lingkungan Diskominfo-SP Kabupaten Lebak. Oleh karenanya, mahasiswa mendesak agar proyek tersebut dapat dibatalkan.

 

2. Skema Penyerapan Anggaran yang Kontradiktif, dugaan lainnya datang dari skema formalitas dalam penyerapan anggaran yang justru bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah digencarkan pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat karena diprediksi tak akan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan publik.

Baca Juga :  Masalah Sampah Depok Bukan Lagi Ancaman, Pemkot DEPOK Bangun TPS Modern Mei 2026

 

3. Mendesak Penyusunan Anggaran yang Berpihak pada Masyarakat, Mahasiswa juga menuntut agar Diskominfo-SP lebih peka dalam menyusun anggaran, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap publik harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan.

 

Adapun tuntutan pada aksi tersebut diantaranya:

1. Mendesak pembatalan proyek pengadaan Kalender 2027;

2. Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek di lingkungan Diskominfo-SP Lebak;

3. Mengusut tuntas dugaan praktik korupsi dan memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat;

4. Menetapkan mekanisme pengawasan publik yang lebih ketat untuk mencegah potensi dugaan korupsi.

 

Team/Red

Berita Terkait

RPPPIA Raih Gender Championship, Semangat Kartini Hidup dalam Aksi Nyata di Tega
Dari Sampah Jadi Karya! Fashion Show Daur Ulang Tegal 2026 Tampilkan Kreativitas Perempuan Lintas Generasi
Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi Merah Putih di Lebak
Diduga Ada Penyimpangan Proyek RPH-Unggas Distani Kapuas.
Tender Rp.18,2 Miliar Polder Jatirasa Disorot Keras : Peserta 38, Lolos 1
Soal Maraknya Lawan Arus di Makassar, Kasat Lantas: “Edukasi Jalan Terus, Kunci di Kesadaran Masyarakat”
Bungkam Saat Dikonfirmasi Pelanggar, Kasat Lantas Polrestabes Makassar Dikritik: “Tutup Ruang Komunikasi ke Pers”
Tim Gabungan Siap Monitoring Tambang di Maros Mulai 27 April 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

RPPPIA Raih Gender Championship, Semangat Kartini Hidup dalam Aksi Nyata di Tega

Rabu, 29 April 2026 - 08:24 WIB

IMC Desak Transparansi dan Efisiensi Anggaran di Lingkungan Diskominfo-SP Kabupaten Lebak, Tekan Pembatalan Proyek Pengadaan Kalenderp

Rabu, 29 April 2026 - 08:18 WIB

Dari Sampah Jadi Karya! Fashion Show Daur Ulang Tegal 2026 Tampilkan Kreativitas Perempuan Lintas Generasi

Selasa, 28 April 2026 - 21:19 WIB

Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi Merah Putih di Lebak

Selasa, 28 April 2026 - 09:12 WIB

Diduga Ada Penyimpangan Proyek RPH-Unggas Distani Kapuas.

Berita Terbaru