Makassar – Menanggapi sorotan soal maraknya pengendara motor lawan arus dan tak pakai helm di Kota Makassar, Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Siska Dwimarita Susanti, S.E.,M.Si. menegaskan pihaknya sudah rutin turun melakukan edukasi.
“Personel sudah setiap hari melakukan edukasi kepada masyarakat, sosialisasi ke mana-mana, sudah berusaha. Perihal masyarakat tidak tertib itu kembali lagi kepada kesadaran masyarakat,” ucap AKBP Siska, Sabtu 19 April 2026.
Ia berharap peran media ikut menguatkan pesan keselamatan. “Harapannya teman-teman media memberikan informasi edukatif kepada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat terus meningkat dalam tertib berlalu lintas.,” tambahnya.
Konteks: Kritik Sebelumnya
Sebelumnya, sikap Kasat Lantas sempat dikritik karena dinilai bungkam saat dikonfirmasi wartawan soal titik rawan lawan arus seperti di pinggir Jalan Tol Ir. Sutami. Warga mengeluh pelanggaran terjadi tiap hari, terutama pagi dan sore, namun penindakan dinilai minim.
Dengan adanya pernyataan ini, AKBP Siska menegaskan upaya preemtif dan preventif sudah dijalankan jajarannya. Meski begitu, ia mengakui tanpa kesadaran kolektif pengguna jalan, pelanggaran akan terus berulang.
Tanggapan PERJOSI: Edukasi Penting,
Penindakan Jangan Kendor
Menanggapi pernyataan Kasat Lantas, Ketua PERJOSI Maros mengapresiasi upaya edukasi yang sudah berjalan. Namun ia mengingatkan edukasi harus dibarengi penindakan tegas.
“Edukasi penting. Tapi kalau yang lawan arus tiap hari itu-itu saja orangnya, berarti butuh law enforcement. ETLE, tilang manual, atau hunting system di jam rawan 06.00–08.00 dan 16.00–18.00 WITA wajib digencarkan. Kalau tidak, edukasi dianggap angin lalu,” kata perjosi Maros.
PERJOSI juga siap berkolaborasi menyebarkan konten edukatif lalu lintas di jaringan media siber. “Prinsipnya sama: nyawa pengguna jalan harus dilindungi. Polisi edukasi, media amplifikasi, masyarakat sadar,” tutupnya.













