Lampung Selatan – Bambang pemilik tanah dan bangunan yang di sewa untuk dapur MBG diduga kecewa dengan Pendi ,kadex ,cs selaku pihak penyedia dapur atau mitra dan juga Sur selaku perantara ,padahal Bambang sudah kasi sukses fi untuk perantara dan orang orang yang berkaitan dengan kontrak tanah dan bangunan untuk dapur MBG sebesar Rp 15 juta
Bahkan anehnya untuk meminta sisa uang sewa 2 tahun sebesar Rp 50 juta juga hanya di janji janjikan PHP
Kenapa kalau tidak ada hal hal yang di tutup tutupi pihak MBG , mitra dapur sulit ditemui untuk duduk bareng cari solusi kekeluargaan
Bahkan pihak MBG mengajukan syarat kalau berita di tekdonw dan Bambang cabut kuasa dari tim LSM dan media baru mau bayar atau ngasih uang Bambang ,aneh syarat yang di ajukan
Setelah Bambang ikuti ambil kuasa ,Lagi lagi PHP setelah kuasa sudah ditangan Bambang tapi Pendi cs dihubungi untuk mintak uang kontrak atau sewa dapur ,sama sekali tidak di respon oleh Pendi cs ,cat dan telfon Bambang di abaikan
Bahkan Sur juga seakan lepas tangan ,sehingga tim media minta fasilitasi kepala desa Mandah untuk bisa duduk bareng , Sur di undang juga tidak hadir menurut Kadus tidak di ada dirumah. no hp tidak aktif ,Tim jadi bertanya tanya,apakah takut ,atau kah kenapa
Jika benar dan ngk ada yang di tutup tutupi menurut pendapat tim, kenapa harus takut dan ngk mau duduk bareng dengan tim serta Bambang ,ada apa
Harusnya mau di konfrontir dengan siapapun dan ketemu siapapun kalau benar ngak perlu takut ,apalagi tim menduga Pendi cs orang orang hebat .
Sur yang mengaku salah satu pekerja dapur MBG ,yang pertama kali menemui tim media di dapur MBG ,berjanji akan fasilitasi dengan mitra yaitu Pendi cs, untuk cari solusi kekeluargaan ,tetapi fakta nya juga janji palsu PHP
Bagian belakang yang dibatalkan pihak mitra Pendi cs ,tidak masuk kontrak ,karena sertifikat masih angunan bank , faktanya di gunakan ,Artinya pengusaha sebagai mitra ,ngk ada yang komidmen ngak jelas
Sekjen DPD LSM API NUSANTARA RAYA provinsi Lampung angkat bicara
Jadi gini mas kalau saya amati dari awal tidak ada iktikad baik ,dari pihak mitra penyedia dapur MBG,
Bahkan sppi juga meski ada ,sulit ditemui ,di mintak no hp guna kepentingan konfirmasi juga ngk bisa ada apa ,ketika tim kroscek batas tanah yang belakang juga , pintu masuk belakang ,mau keruang cuci ompreng scurity jaga berdiri di tengah ,pintu seolah olah tidak boleh lihat ke dalam ,hingga memperkuat kecurigaan Tim media, semua fasilitas dapur di dalam tidak sesuai standard yang di tetapkan BGN
Karena hasil temuan Tim limbah hanya di tampung di sebuah lubang sejenis sepiteng tanpa ada IPAL sesuai standar BGN
Yang ini jelas melanggar regulasi dan aturan BGN, untuk itu Tim secepatnya akan bersurat ke DlH yang membidangi limbah lingkungan serta konfirmasi ke korwil BGN propinsi
(TIM )
Bersambung !!!!













