DEPOK | Purnamanews.com – Di tengah kompetisi politik lokal yang semakin dinamis, muncul sosok muda yang tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga kapasitas intelektual dan kekuatan organisasi. Iwan Setiawan, Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, menjadi representasi generasi baru politisi tenang, terukur, namun memiliki pengaruh signifikan.
Berbeda dari figur politik yang gemar tampil di panggung, Iwan justru dikenal sebagai “penggerak sunyi”. Perannya lebih banyak berada di balik layar, memastikan roda organisasi berjalan stabil dan terarah. Namun justru dari posisi itulah, ia memainkan fungsi strategis dalam menjaga soliditas partai.
Latar belakangnya sebagai aktivis kampus membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Ia tumbuh dalam kultur diskusi, perdebatan gagasan, dan dinamika gerakan mahasiswa. Dari ruang-ruang akademik itulah, Iwan Setiawan membangun fondasi berpikir kritis sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial.
Pengalaman aktivisme tersebut menjadi bekal penting saat ia masuk ke dunia politik praktis. Iwan tidak sekadar hadir sebagai kader, tetapi sebagai organisator yang memahami bagaimana membangun sistem dan jaringan. Ia meniti proses dari bawah, memahami denyut kader hingga tingkat akar rumput.
Di PKB Depok, posisinya sebagai sekretaris bukan sekadar administratif. Ia adalah pengendali ritme organisasi , mengatur konsolidasi, merapikan struktur, hingga memastikan setiap agenda politik berjalan sesuai arah. Dalam berbagai momentum politik, perannya kerap menjadi kunci dalam menjaga kekompakan internal dan efektivitas gerak partai.
Iwan juga dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan. Dalam situasi politik yang kerap memanas, ia hadir dengan pendekatan dialog dan komunikasi yang cair. Gaya ini membuatnya diterima lintas kalangan, baik di internal partai maupun di ruang publik.
Sebagai intelektual muda, Iwan memahami bahwa politik tidak bisa lepas dari perubahan zaman. Ia mendorong penguatan komunikasi publik, termasuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau generasi muda. Namun di saat yang sama, ia tetap menjaga nilai-nilai dasar partai agar tidak kehilangan identitas.
Di tengah wajah politik yang sering kali pragmatis, Iwan mencoba menghadirkan pendekatan berbeda politik yang berbasis gagasan dan kerja nyata. Ia percaya bahwa partai politik harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, bukan sekadar alat kekuasaan.
Perjalanan Iwan Setiawan menunjukkan bahwa kekuatan politik tidak selalu dibangun dari sorotan publik. Ada peran-peran penting yang bekerja dalam senyap, tetapi justru menentukan arah dan masa depan organisasi.
Di Kota Depok, nama Iwan mungkin tidak selalu muncul di headline. Namun bagi mereka yang memahami peta politik lokal, ia adalah salah satu figur yang patut diperhitungkan, seorang intelektual muda yang perlahan namun pasti mengukuhkan pengaruhnya.
Sebagai penutup, Iwan Setiawan bukan sekadar figur organisator partai, tetapi juga representasi nyata putra daerah. Ia lahir di kawasan Sugutamu, Sukmajaya, Kota Depok wilayah yang menjadi akar perjalanan hidup sekaligus pembentuk karakter sosialnya.
Identitas sebagai politisi asli Kota Depok memberi kekuatan tersendiri. Ia memahami denyut kota ini bukan dari angka dan laporan semata, tetapi dari pengalaman langsung sejak tumbuh di tengah masyarakatnya.
Dengan latar tersebut, Iwan hadir bukan hanya sebagai kader partai, tetapi sebagai bagian dari warga yang ingin melihat kotanya berkembang. Kombinasi antara akar lokal, pengalaman aktivisme, dan kapasitas organisasi menjadikannya figur yang terus bergerak tenang, terukur, namun semakin diperhitungkan dalam peta politik Kota Depok.(YB)
Penulis : Yudi Bahtiar













