IPM Brebes Naik Dua Tangga, Tak Lagi Paling Buncit

- Jurnalis

Kamis, 7 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com – Brebes.  Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin menyampaikan berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes mengalami kenaikan dari 67,3 pada tahun 2022 menjadi 69,71 pada 2023.

 

Urip sangat bersyukur dengan hasil rilis tersebut. Menurutnya, kenaikan IPM menunjukkan program Pemerintah Daerah semakin baik dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

 

“Alhamdulillah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes naik dari semula 67,3 di tahun 2022 menjadi 69,71 di 2023. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Insya Allah kita bisa lebih baik,” ujar Urip.

 

Baca Juga :  Eli Sahroni: Pelaku Kekerasan di Inspektorat Lebak Harus Dicopot Tanpa Tawar-Menawar

Urip juga menyampaikan bahwa kenaikan angka ini berarti bahwa program pemerintah daerah, baik itu program kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi semakin meningkat dan dapat dirasakan oleh masyarakat sehingga IPM di Brebes naik.

 

Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, IPM Kabupaten Brebes Tahun 2023 berada pada angka 69,71 meningkat dua tangga di atas Kabupaten Banjarnegara dan Pemalang. Peningkatan poin IPM Kabupaten Brebes bahkan menjadi tertinggi kedua setelah Kabupaten Wonogiri.

 

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living). IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan dan indeks pengeluaran.

Baca Juga :  "Wakapolda Kepri Anom Wibowo dan Wamen PPPA Sorot Kekerasan Perempuan - Anak: “Kembalikan Ruang Aman di Kepri”

 

Penghitungan ketiga indeks itu dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks. IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang.

 

“Kita harus bekerja lebih keras lagi, peningkatan tahun ini membuktikan bahwa kita bisa. Ke depan kita juga harus lebih baik lagi,” tutup Urip.

( Fe  / red  )

Berita Terkait

Janin Bayi Diduga Hasil Aborsi Dibuang di Permukiman Dumajah, Warga Bangkalan Geger
Audit BPK: Pengelolaan RSJKO Engku Haji Daud Bermasalah, Belanja Salah dan Proyek Berisiko Lebih Bayar
Heboh Rp7,7 Miliar di Pelabuhan Harbour Bay, Polda Kepri Pastikan Aktivitas Resmi Perusahaan
Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak Pimpin Anev di Aula Media Center Usai Apel Pagi
Sikap Tertutup Pendamping PKH Desa Minasa Baji di Sorot LSM APAK RI Maros
Dinas Pertanian Maros Tertutup Soal Data Kelompok Tani Penerima Bantuan TR4, LSM APAK – RI ada Apa ?
Ciptakan Tertib Berlalulintas, Satlantas Polres Bone Atur Lalu lintas
Kekacauan Data Desil Bansos di Maros, Warga Kurang Mampu Justru Tak Mendapatkan Bantuan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:58 WIB

Janin Bayi Diduga Hasil Aborsi Dibuang di Permukiman Dumajah, Warga Bangkalan Geger

Selasa, 16 Desember 2025 - 01:40 WIB

Audit BPK: Pengelolaan RSJKO Engku Haji Daud Bermasalah, Belanja Salah dan Proyek Berisiko Lebih Bayar

Senin, 15 Desember 2025 - 20:09 WIB

Heboh Rp7,7 Miliar di Pelabuhan Harbour Bay, Polda Kepri Pastikan Aktivitas Resmi Perusahaan

Senin, 15 Desember 2025 - 10:42 WIB

Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak Pimpin Anev di Aula Media Center Usai Apel Pagi

Senin, 15 Desember 2025 - 08:09 WIB

Sikap Tertutup Pendamping PKH Desa Minasa Baji di Sorot LSM APAK RI Maros

Berita Terbaru