“Suami Saya Tidak Menambang Pasir, Hanya Menguras Kolam Berlumpur” — Istri Osmon Minta Suaminya Dibebaskan

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnama News|Bintan Suasana haru terasa saat seorang perempuan hamil tua menyampaikan jeritan hatinya terhadap aparat penegak hukum di Polres Bintan. Ia adalah istri dari Osmon, pria yang saat ini tengah berurusan dengan pihak kepolisian atas dugaan aktivitas penambangan pasir ilegal. Senin, 04 Agustus 2025.

Namun, dengan suara tegas dan lirih, sang istri membantah tuduhan tersebut.

“Suami saya tidak menambang pasir. Yang dilakukan suami saya hanyalah menguras kolam yang berlumpur, bukan tambang pasir seperti yang dituduhkan. Tolong, Pak Polisi… suami saya tidak salah. Tolong bebaskan dia,” ujarnya sambil menahan tangis.

Baca Juga :  Perdana BSI Aceh Barat Gelar Car Free Day Berlangsung Meriah

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarga sangat bergantung pada suaminya, terlebih di saat ia sedang hamil besar dan membutuhkan pendampingan serta dukungan penuh secara fisik dan emosional.

“Saya mohon belas kasihannya. Kami hidup dari kerja keras, bukan dari pelanggaran hukum. Tolong jangan hukum orang yang tidak bersalah,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Polres Kediri Kota Gelar KRYD, Jaga Kondusivitas Wilayah Secara Berkelanjutan

Keluarga berharap Polres Bintan dapat meninjau ulang kasus ini secara objektif, melihat fakta di lapangan, dan memberikan keadilan seadil-adilnya tanpa diskriminasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polres Bintan atas pernyataan dan permohonan keluarga Osmon.

Berita Terkait

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT
Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif
Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor
Di Duga Penanganan Persalinan Puskesmas Bakauheni Ada Kelalaian atau Malpraktek Akibatkan Korban Harus di Operasi
Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?
Ansar Ahmad Rotasi 10 Pejabat Strategis Pemprov Kepri, Endri Joko Satrio dan Ika Hasilah Isi Pos Kunci Birokrasi
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO Dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Rokok Ilegal UFO Diduga Terkoneksi Jaringan Lama FTZ Bintan, Publik Tantang Bea Cukai Batam Sentuh Pemain Kebal Hukum
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:32 WIB

Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:34 WIB

Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:02 WIB

Di Duga Penanganan Persalinan Puskesmas Bakauheni Ada Kelalaian atau Malpraktek Akibatkan Korban Harus di Operasi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:17 WIB

Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?

Berita Terbaru

Ekonomi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:54 WIB