Atlet Panjat Tebing Sampang Berjuang Sendiri, KONI Dinilai Tutup Mata terhadap Pembinaan

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURNAMA NEWS.COM | SAMPANG – Nasib atlet panjat tebing di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan, di saat para atlet berjuang membawa nama daerah di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), perhatian dari KONI Kabupaten Sampang justru dinilai nyaris tidak terlihat.

FPTI Kabupaten Sampang bahkan disebut tetap memberangkatkan atletnya dengan kemampuan sendiri karena dana pembinaan yang diterima selama ini disebut nihil. Kondisi tersebut memicu kekecewaan para wali atlet yang menilai pembinaan olahraga di Kabupaten Sampang hanya sebatas wacana.

“Kalau atlet disuruh berprestasi, mereka selalu siap. Tapi saat atlet butuh dukungan, kenapa seperti dibiarkan berjuang sendirian?” ujar salah satu wali atlet dengan nada kecewa.

Para orang tua atlet mengaku heran karena selama ini anak-anak mereka tetap aktif latihan, mengikuti seleksi hingga bertanding membawa nama Kabupaten Sampang.

Namun ketika memasuki agenda pertandingan resmi, biaya keberangkatan justru harus ditanggung sendiri bahkan dengan cara patungan.

Situasi itu semakin memantik pertanyaan publik terkait fungsi pembinaan olahraga yang seharusnya menjadi tanggung jawab KONI sebagai induk organisasi olahraga di daerah.

Baca Juga :  Wabup Wurja Pesan JCH Brebes Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

FPTI Sampang disebut beberapa kali mengajukan proposal bantuan pembinaan dan keberangkatan atlet. Namun proposal tersebut dikabarkan tidak pernah menghasilkan kepastian yang jelas.

“Proposal masuk, tapi ujung-ujungnya tidak ada hasil. Seperti dilempar ke sana kemari tanpa penyelesaian,” ungkap sumber internal FPTI.

Tidak sedikit yang menilai KONI Kabupaten Sampang terkesan pilih kasih terhadap cabang olahraga tertentu. Sebab di tengah keterbatasan yang dialami FPTI, para atlet panjat tebing justru tetap aktif mengikuti Kejurprov tanpa pernah absen.

Ketua FPTI Kabupaten Sampang, Mahardika Surya Abrianto, disebut tetap bertahan membina atlet-atlet muda meski harus menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan anggaran.

Dukungan terbesar justru datang dari para orang tua atlet yang selama ini ikut menanggung kebutuhan latihan hingga biaya pertandingan. Salah satunya, Musdalifah, yang mengaku prihatin melihat kondisi atlet panjat tebing di Kabupaten Sampang.

“Anak-anak ini membawa nama daerah, bukan membawa nama pribadi. Tapi kenyataannya orang tua yang harus ikut memikirkan ongkos tanding, makan, sampai kebutuhan selama pertandingan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tegal Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat

Hal senada juga disampaikan Abdul. Ia menilai para atlet selama ini terlalu sering dijadikan simbol semangat olahraga tanpa benar-benar mendapatkan perhatian nyata.

“Jangan cuma bicara pembinaan olahraga di atas kertas. Faktanya atlet masih iuran sendiri untuk berangkat tanding. Ini sangat memalukan,” tegas ibu Abdul.

Menurutnya, apabila dana pembinaan olahraga benar-benar ada, maka atlet yang aktif membawa nama Kabupaten Sampang seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendirian.

“Anak-anak ini tidak minta fasilitas mewah. Mereka hanya ingin diperhatikan dan dihargai perjuangannya. Jangan sampai semangat atlet daerah mati karena merasa diabaikan,” pungkasnya.

Meski minim dukungan dan disebut tanpa dana pembinaan, FPTI Sampang tetap memilih bertahan.

Para atlet terus latihan dan tetap tampil di Kejurprov demi menjaga nama Kabupaten Sampang di tingkat provinsi.

Ironisnya, semangat para atlet justru terlihat lebih besar dibanding perhatian yang mereka terima. (**Adhon )

Berita Terkait

Wali Kota Depok Temui Warga Kp Benda, Sampaikan Permohonan Maaf Usai Unras Banjir
Ratusan Massa Konvoi Rayakan HUT Persik Ke-76, Satlantas Polres Kediri Kota Lakukan Pemantauan Intensif
Bupati Sampang Lepas 618 Jemaah Haji, Suasana Haru Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci
Mengaku Jadi Tumbal Tagihan Rp30 Juta, Karyawan Amartha Alami Tekanan Mental
Jum’at Bersih, SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan
Silaturahmi ke Ponpes Bersejarah, Kapolres Kediri Tekankan Harmoni dan Persatuan
Polres Kediri Kota Lepas 50 Siswa Latja Diktuk Bintara Polri 2026, Kapolres Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Depok Temui Warga Kp Benda, Sampaikan Permohonan Maaf Usai Unras Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:55 WIB

Ratusan Massa Konvoi Rayakan HUT Persik Ke-76, Satlantas Polres Kediri Kota Lakukan Pemantauan Intensif

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:14 WIB

Bupati Sampang Lepas 618 Jemaah Haji, Suasana Haru Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mengaku Jadi Tumbal Tagihan Rp30 Juta, Karyawan Amartha Alami Tekanan Mental

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:25 WIB

Jum’at Bersih, SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Berita Terbaru