Purnamanews.com/ BREBES, JATENG –Proyek pembangunan pengairan di desa kubangwungu kecamatan Ketanggungan kabupaten Brebes oleh dinas pertanian diduga asal-asalan/ proyek siluman, karena tidak menyertakan papan informasi dan tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya .
Ketika awak media meninjau lokasi langsung pada Kamis (16/4)2026) ternyata memang dalam proyek tersebut tidak menggunakan batu belah hanya menggunakan batu blonos serta campuran adonan pasir dan semen tidak sesuai karena diduga semennya kurang, pondasi hanya lebar satu batu kurang dari 30 cm,dan kedalaman juga hanya beberapa cm saja.karena hanya satu batu yang di tanam dalam lumpur tampa galian.

Dalam proyek tersebut juga tidak memasang papan informasi ini diduga kuat dalam proyek tersebut tidak transparansi soal darimana proyek tersebut dan berapa anggarannya.
Sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14. Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54. Tahun 2010 serta Nomor 70. Tahun 2012. “Dengan demikian pelaksanaan peraturan presiden yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai Negara wajib memasang papan nama proyek dan di memuat jenis kegiatan, lokasi proyek dan nomor kontrak, waktu pelaksanan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya. Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan bentuk apapun.
Dengan adanya kegiatan yang tidak jelas dari dinas pertanian kabupaten brebes di desa kubangwungu ini ,awak media mencoba meminta keterangan dari para tenaga kerja yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan pembangunan tersebut,namun semua tenaga kerja tidak tau ini kegiatan pelaksana siapa? Bahkan saat di tanya mandornya siapa ,salah satu pekerja mengatakan di sini tidak ada mandor ataupun kepala tukang,semua pekerja harian semua ,dan kegiatan ini langsung dari dinas pertanian ,untuk gapoktan desa kubangwungu.kecamatan ketanggungan.kabupaten brebes.

Warga berharap dinas terkait turun langsung ke lapangan dan mengecek proyek tersebut karena diduga banyak ditemukan kesalahan fatal , dari tidak ada papan informasi,penggunaan batu blonos serta adukan semen dan pasir yang tidak sesuai takaran, karena di duga semen sengaja dikurangi.
(Fz)













