Tim kementrian Kelauatan dan Perikanan (KKP) Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com, Aceh Barat Daya – Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun langsung melakukan survei ke lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

 

Kedatangan tim KKP disambut hangat oleh berbagai elemen daerah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya Hamdani, Camat Setia Syamsul Hidayat, Ketua DPC PDI Perjuangan Abdya Irmansyah Marzuki, Panglima Laot Abdya, aparatur desa hingga masyarakat setempat turut hadir, menunjukkan satu semangat yang sama untuk perubahan bagi masa depan pesisir.

 

Di balik kunjungan itu, tersimpan kerja kolaboratif yang tak singkat. Sinergi antara Bupati Abdya Safaruddin dan Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, menjadi kunci utama hingga program ini melangkah ke tahap survei lapangan.

 

Ketua PDI Perjuangan Abdya, Irmansyah Marzuki mengatakan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat, seperti pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Setia.

 

“Insyaallah kita akan selalu membersamai pemerintah demi kepentingan masyarakat, apalagi ini demi peningkatan kemakmuran rakyat,” tuturnya, Jumat, 17 April 2026.

Baca Juga :  Momentum Lebaran, Kapolres Kediri Kota Bangun Kedekatan dengan Ulama Lirboyo

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya Hamdani menyampaikan, pihaknya menyambut baik rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, kawasan Setia memiliki potensi kelautan yang besar, namun selama ini belum didukung infrastruktur yang memadai.

 

Disebutkan, program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menyeluruh untuk mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir seperti warga Setia.

 

“Kawasan pesisir Abdya, khususnya di Setia, memiliki potensi luar biasa. Kita berharap program ini dapat terlaksana dengan baik, tujuannya untuk mendorong peningkatan ekonomi nelayan sekaligus mempercepat pembangunan wilayah pesisir,” ujarnya.

 

Program ini dirancang dengan pendekatan terintegrasi. Tidak hanya membangun fasilitas dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi, tetapi juga menghadirkan sarana penunjang aktivitas nelayan—mulai dari fasilitas penangkapan hingga pengolahan hasil laut.

 

“Harapannya, hasil tangkapan nelayan nanti tidak lagi dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” sebutnya.

 

Lebih dari itu, konsep Kampung Nelayan Merah Putih juga mengedepankan penataan kawasan yang modern, bersih, dan estetis. Sentuhan nuansa merah putih akan menjadi identitas, sekaligus simbol nasionalisme yang diharapkan mampu menarik wisatawan dan mengembangkan sektor wisata bahari di Abdya.

Baca Juga :  Halal Bihalal MADAS di Bangkalan, Emil Dardak Ajak Masyarakat Madura Jaga Solidaritas dan Nama Baik Daerah

 

“Tentunya kami sangat berterima kasih atas usulan yang disampaikan oleh Bapak Jamaluddin Idham dengan kolaborasi bersama Bupati Abdya Bapak Safaruddin. Mudah-mudahan, program ini dapat terwujud,” ucap Hamdani.

 

Bagi warga, rencana ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan secercah harapan yang selama ini dinanti. Rizal, salah seorang warga, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Jamaluddin Idham dan Bupati Safaruddin atas perhatian dan perjuangan mereka.

 

“Kami sangat bersyukur. Semoga kampung kami bisa berubah, tidak lagi tertinggal, dan kehidupan nelayan semakin baik. Terima kasih Bapak Jamaluddin Idham,” ungkapnya dengan penuh harap.

 

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa program ini akan menjadi titik balik pembangunan di wilayahnya. Ia berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi hingga program benar-benar terealisasi.

 

Jika terwujud, Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya akan menjadi wajah baru pesisir Abdya, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat nelayan—dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih layak, mandiri, dan bermartabat.

 

Berita Terkait

Di Duga Pendi Selaku Mitra Penyedia Dapur MBG Desa manda Natar Bohongi Pemilik Tanah Serta Bangunan Masalah Kontrak Atau Sewa
Apresiasi Erwin Hariyadi, Kanim Kelas I TPI Tanjungpinang: Imbau Pemahaman Jenis Visa Jadi Kunci Kelancaran Keimigrasian
Direktur RSJKO EHD Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, Perkuat Layanan dan Respons Kasus Kesehatan Jiwa di April 2026
Dr. Kurdi Harumkan Aceh Barat Buktikan Prestasi ASN Dan Inovasi Sitrap. Sebuah Aplikasi Transformasi Pelayanan Investasi.
Polres Brebes Ringkus Pelaku Karyawan Nakal, Tilap 4 Ekor Sapi Majikan, Di Banjarnegara
Di Duga Pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Sindang Anom Masyarakat Harus Gotong Royong Sukarela Bergantian “Kemana Anggaranya”
Juni Sunandar Resmi Dilantik Menjadi Kades Bentar, Kec. Salem Brebes, Siap Membawa Estafet Pemerintah di Desa
Tambang Pasir Ilegal di Bintan Memanas: (A. Hsb) Ancaman, Emosi, dan Dugaan Mafia di Balik Perusakan Lingkungan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:49 WIB

Di Duga Pendi Selaku Mitra Penyedia Dapur MBG Desa manda Natar Bohongi Pemilik Tanah Serta Bangunan Masalah Kontrak Atau Sewa

Rabu, 22 April 2026 - 09:47 WIB

Apresiasi Erwin Hariyadi, Kanim Kelas I TPI Tanjungpinang: Imbau Pemahaman Jenis Visa Jadi Kunci Kelancaran Keimigrasian

Rabu, 22 April 2026 - 09:08 WIB

Direktur RSJKO EHD Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, Perkuat Layanan dan Respons Kasus Kesehatan Jiwa di April 2026

Selasa, 21 April 2026 - 23:15 WIB

Dr. Kurdi Harumkan Aceh Barat Buktikan Prestasi ASN Dan Inovasi Sitrap. Sebuah Aplikasi Transformasi Pelayanan Investasi.

Selasa, 21 April 2026 - 19:43 WIB

Polres Brebes Ringkus Pelaku Karyawan Nakal, Tilap 4 Ekor Sapi Majikan, Di Banjarnegara

Berita Terbaru