Direktur RSJKO EHD Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, Perkuat Layanan dan Respons Kasus Kesehatan Jiwa di April 2026

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.comTanjunguban Memasuki April 2026, Direktur RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau, dr. Asep Guntur Sapari, MARS, menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa dan rehabilitasi ketergantungan obat di wilayah Kepri.

Sepanjang bulan ini, fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan, termasuk penanganan kasus gangguan jiwa berat dan rehabilitasi penyalahguna narkotika yang terus menunjukkan tren meningkat.

Selain memastikan operasional layanan berjalan optimal, manajemen RSJKO EHD juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas fasilitas dan kinerja tenaga medis. Langkah ini dilakukan seiring dengan pemanfaatan pengembangan gedung baru yang ditargetkan mampu menampung lebih dari 200 pasien.

Baca Juga :  Ombudsman Kepri Angkat Suara Soroti Sistem KTP Dikunci Siang Hari

Dalam aspek pelayanan publik, RSJKO EHD turut mengintensifkan program kesehatan mental berbasis masyarakat, termasuk edukasi terkait kecanduan gadget pada anak dan remaja serta layanan konsultasi kejiwaan berbasis digital.

Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat. RSJKO EHD aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dalam penanganan kasus-kasus khusus yang membutuhkan asesmen kejiwaan, baik terhadap korban maupun pelaku.

Baca Juga :  Polda Kepri Lakukan Pengawasan dan Pengecekan Daycare di Kota Batam Guna Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Sebagai Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Kepri, dr. Asep juga mendorong peningkatan standar pelayanan rumah sakit daerah agar lebih adaptif terhadap tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks.

“Pelayanan kesehatan jiwa tidak bisa lagi dipandang sebagai sektor pinggiran. Ini adalah kebutuhan utama masyarakat yang harus ditangani secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, RSJKO EHD Kepri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan kesehatan jiwa di wilayah perbatasan, sekaligus menjawab tantangan meningkatnya beban sosial akibat persoalan mental dan penyalahgunaan zat.

Penulis : Ravi

Berita Terkait

Batam Terpilih Sebagai Tuan Rumah Munas HPI 2026, Ardiwinata Apresiasi Kepercayaan untuk Kota Batam
Kapolda Aceh Kunker ke Polres Gayo Lues,
DUGAAN BANTUAN SEKOLAH FIKTIF KOTA BANDAR LAMPUNG RUGIKAN NEGARA RP 13 MILIAR
Di Duga Tambang Batu Di Jalan Lintas Sumatera Di Pertanyakan ,Publik khawatir Terjadi Longsor Serta Banjir 
YARA Minta Polres Lhokseumawe Terbitkan Laporan Model A Dugaan Pencemaran Reservoir Teluk Pusong
Zulhaki Pergi Tanpa Pesan, Seorang Pelajar SMP di Pidie Jaya Hilang Misterius Selama 20 Hari
LSM-TKP Gugat KI Kepri ke PTUN, Sengketa Informasi Publik 7 Instansi Pemko Batam Memanas
PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Nagan Raya Resmi Terbentuk, Siap Dukung Transparansi Informasi dan Sinergi Pembangunan Daerah
Berita ini 10 kali dibaca
Direktur RSJKO EHD Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, Perkuat Layanan dan Respons Kasus Kesehatan Jiwa di April 2026

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:40 WIB

Batam Terpilih Sebagai Tuan Rumah Munas HPI 2026, Ardiwinata Apresiasi Kepercayaan untuk Kota Batam

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:54 WIB

Kapolda Aceh Kunker ke Polres Gayo Lues,

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:51 WIB

DUGAAN BANTUAN SEKOLAH FIKTIF KOTA BANDAR LAMPUNG RUGIKAN NEGARA RP 13 MILIAR

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:27 WIB

Di Duga Tambang Batu Di Jalan Lintas Sumatera Di Pertanyakan ,Publik khawatir Terjadi Longsor Serta Banjir 

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:41 WIB

YARA Minta Polres Lhokseumawe Terbitkan Laporan Model A Dugaan Pencemaran Reservoir Teluk Pusong

Berita Terbaru