Haru dan Penuh Khidmat, 1.472 Jamaah Haji Kabupaten Tegal Resmi Dilepas ke Tanah Suci
Slawi — Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pelepasan 1.472 calon jamaah haji (JCH) Kabupaten Tegal Tahun 1447 H/2026 M, Selasa (14/04/2026). Momen sakral ini menjadi awal perjalanan spiritual para tamu Allah SWT menuju Tanah Suci.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyampaikan bahwa keberangkatan para jamaah bukan hanya menjadi kebahagiaan pribadi dan keluarga, tetapi juga kebanggaan bagi pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Kabupaten Tegal.
“Hari ini adalah momen istimewa. Bapak/Ibu semua adalah tamu Allah SWT yang mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Ischak menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Ia pun mengingatkan para jamaah untuk meluruskan niat, menjaga kesehatan, serta selalu mengikuti arahan petugas selama di Tanah Suci.
“Jaga pola makan, istirahat cukup, dan selalu berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas. Ini penting agar ibadah bisa dijalankan dengan tenang dan khusyuk,” pesannya.
Sebanyak 30 petugas dan pembimbing haji akan mendampingi jamaah, mulai dari petugas kloter, pembimbing ibadah, hingga tim dari provinsi, guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tegal, Muhaimin, mengungkapkan jumlah jamaah tahun ini mencapai 1.472 orang dan masih bersifat dinamis. Kabupaten Tegal pun tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah jamaah terbanyak di tingkat provinsi.
Para jamaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam beberapa kloter, dengan keberangkatan perdana menuju Asrama Haji Solo dijadwalkan pada akhir April 2026.
Menariknya, jamaah tahun ini berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari 17 hingga 88 tahun. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Sebastian Aksan Margiono (17), jamaah termuda asal Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi.
Ia berangkat menggantikan almarhum ayahnya yang wafat pada 2021, sekaligus mendampingi sang ibu yang telah menunggu sejak 2011.
“Saya bersyukur bisa berangkat di usia muda. Ini amanah untuk menggantikan ayah saya. Saya ingin menjalankan ibadah ini sebaik-baiknya,” ungkap Sebastian penuh haru.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol harapan dan doa agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
(Fe/red)
Penulis : Fe














