Depok | Purnamanews – Supian Suri, Wali Kota Depok, hadiri pelantikan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, untuk masa bakti 2026–2031. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya prinsip “SS” (syukur dan sabar) sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan publik yang paling dekat dengan warga. Supian Suri menegaskan bahwa jabatan Ketua RT dan RW bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan atau dipaksakan, melainkan amanah yang harus diterima dengan keikhlasan.
“Ketika dipercaya menjadi RT dan RW, itu adalah kehendak Tuhan. Maka wujud syukurnya adalah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya di Bedahan, Depok pada Kamis (9/4/26).
Menurutnya, pengabdian di tingkat lingkungan dapat menjadi ladang amal ibadah apabila dijalankan dengan tulus. Karena itu, para pengurus diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menanamkan nilai syukur, Supian Suri juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi dinamika sosial yang beragam. Ia menyadari bahwa harapan masyarakat kerap tinggi dan tidak selalu sebanding dengan kemampuan pengurus di lapangan.
“Tidak ada cara lain selain sabar. Jika RT dan RW tidak sabar, maka akan sulit menjawab harapan masyarakat yang beragam,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa RT dan RW merupakan bagian integral dari sistem pemerintahan daerah. Sinergi antara pengurus lingkungan dengan aparatur kelurahan dan kecamatan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Depok.
Lebih lanjut, Supian Suri menegaskan bahwa RT dan RW bukan sekadar struktur administratif, melainkan garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan memastikan pelayanan berjalan optimal.
“RT dan RW ini yang paling tahu kondisi warganya, siapa yang membutuhkan bantuan, bagaimana kondisi sosialnya, hingga persoalan keamanan di lingkungannya,” katanya.
Ia mendorong agar para pengurus memiliki kepekaan sosial tinggi dan mampu merespons persoalan warga secara cepat dan tepat. Pola pelayanan pasif, menurutnya, sudah tidak relevan di tengah kompleksitas masyarakat saat ini.
“Jangan menunggu laporan. Harus jemput bola. Lihat langsung kondisi di lapangan, dengarkan keluhan warga, dan segera ambil peran untuk mencarikan solusi,” ujarnya.
Supian Suri juga mengingatkan bahwa RT dan RW harus berperan sebagai problem solver, bukan sekadar penyampai informasi.
“Jangan hanya jadi penyambung informasi. Itu belum cukup. Harus bisa menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Depok yang membutuhkan dukungan aktif RT dan RW. Di sektor kebersihan, ia mengajak pengurus lingkungan memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat RW sebagai langkah awal mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Bogor dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik. Sekitar 500 ton sampah direncanakan akan dikirim ke Kota Bogor sebagai bagian dari solusi jangka panjang penanganan sampah.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga tengah menyiapkan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengolahan sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Program ini akan direalisasikan setelah kesiapan teknis dan kesepakatan tercapai, dengan konsekuensi pembayaran tipping fee sebagai biaya pengolahan.
“Kerja sama dengan pihak swasta segera direalisasikan setelah kesepakatan tercapai, dengan konsekuensi tipping fee dalam pengolahan RDF,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, ia menegaskan komitmen agar tidak ada anak di wilayah Bedahan yang putus sekolah. RT dan RW diminta aktif melakukan pendataan dan segera melaporkan jika terdapat anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
“Jangan sampai ada anak di lingkungan kita yang tidak sekolah. RT dan RW harus menjadi yang pertama mengetahui dan melaporkan kondisi tersebut,” ujarnya.
Sementara di sektor kesehatan, Supian Suri mendorong optimalisasi program cek kesehatan gratis dari pemerintah pusat dengan melibatkan peran aktif RT dan RW dalam sosialisasi kepada masyarakat.
“RT dan RW adalah jembatan utama antara pemerintah dan masyarakat. Pastikan setiap program bisa sampai dan dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Menutup sambutannya, Supian Suri berharap seluruh pengurus RT dan RW yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab, serta menjadikan prinsip syukur dan sabar sebagai pedoman utama dalam melayani masyarakat.
“Amanah ini bukan hal kecil. Jalankan dengan sungguh-sungguh, dengan hati, dan niatkan sebagai ibadah untuk membantu masyarakat. Insyaallah, setiap pengabdian yang dilakukan akan menjadi kebaikan dan bernilai ibadah,” tutupnya. (YB)
Penulis : Yudi Bahtiar












