Oleh: M. Holul
Purnama News| Tanjungpinang Bersama Alex di DPRD Kota, kami mendapat informasi bahwa dana publikasi kini tak lagi tersedia di Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang. Bahkan dana serupa yang biasa dikelola oleh OPD, sudah dialihkan ke Dinas Kominfo.
Namun, wartawan tetap bekerja. Tetap menulis. Tetap memburu informasi. Karena menjadi wartawan bukan soal uang, bukan soal proyek. Ini soal pengabdian dan tanggung jawab sosial.
Sebagian orang mungkin memandang wartawan sebelah mata. Ada yang mencibir, ada yang membenci, bahkan ada yang menjebloskan mereka ke penjara dengan alasan yang dibuat-buat. Tapi ada juga yang sadar: wartawan adalah kebutuhan.
Wartawan bekerja untuk publik, bukan untuk kekuasaan. Mereka menyampaikan informasi yang harus diketahui rakyat. Mereka menulis dengan nurani, tetapi tetap tunduk pada kode etik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.
Setiap hari mereka hadir di tengah masyarakat, memberikan informasi. Apakah diapresiasi atau dihina, itu risiko pekerjaan. Termasuk risiko ancaman, tekanan, hingga kehilangan nyawa.
Hari libur bukan milik wartawan. Bahkan saat hari raya, mereka tetap bekerja. Karena berita tidak menunggu.
Di balik tiap kabar yang kita baca, ada wartawan yang berdiri di lapangan. Dalam hujan, panas, atau tekanan. Tanpa mereka, tak ada informasi yang jujur dan utuh.
Maka, jangan pernah remehkan peran wartawan. Negara butuh mereka. Dunia pun butuh mereka.













