Kasus Penggelapan Ignatius Apung: Pimpinan Organisasi Kepemudaan Ingatkan Media dan Masyarakat untuk Tidak Termakan Hoaks

- Jurnalis

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

www.purnamanews.com|Persidangan kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan dengan terdakwa Ignatius Apung Oktaviawan (Apung) mendapat sorotan luas, termasuk dari para pemimpin organisasi kepemudaan di Kepulauan Riau. Ketua Rumah Milenial (RMI) Provinsi Kepulauan Riau, Rimbun Purba; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Dimas Prayoga; dan Ketua Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menyerukan pentingnya menjaga suasana kondusif dan menghindari berita hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman publik.

*Pentingnya Keakuratan Informasi*

Ketua RMI Kepulauan Riau, Rimbun Purba, menegaskan bahwa pemberitaan harus didasarkan pada fakta hukum.
“Kami mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk menyampaikan informasi secara lengkap, objektif, dan berimbang. Informasi yang tidak akurat atau sepihak dapat menyesatkan masyarakat dan memicu persepsi keliru,” ujarnya.

Baca Juga :  Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

*Menghormati Proses Hukum*

Ketua KNPI Kota Tanjungpinang, Dimas Prayoga, menegaskan dukungannya terhadap jalannya persidangan secara adil dan transparan.
“Kami percaya majelis hakim akan memutuskan perkara ini berdasarkan bukti dan fakta hukum yang ada. Semua pihak harus menghormati proses hukum agar keadilan dapat ditegakkan dengan baik,” tegasnya.

Komitmen Menjaga Kondusivitas

Ketua HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas sosial.
“Kami memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana yang damai. Keadilan hanya bisa terwujud jika proses hukum dihormati oleh semua pihak, termasuk masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Situasi Kondusif di Tengah Ribuan Massa Pesilat, Ini Langkah Polres Kediri Kota

Ketiga pimpinan organisasi kepemudaan ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi terkait kasus ini.
“Kami meminta media massa untuk menjaga profesionalisme dalam peliputan agar kepercayaan publik terhadap proses hukum tetap terjaga,” pungkas mereka dalam pernyataan bersama.

Mereka berharap persidangan dapat berjalan lancar, adil, dan transparan, sehingga mampu memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

 

Berita Terkait

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT
Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif
Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor
Di Duga Penanganan Persalinan Puskesmas Bakauheni Ada Kelalaian atau Malpraktek Akibatkan Korban Harus di Operasi
Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?
Ansar Ahmad Rotasi 10 Pejabat Strategis Pemprov Kepri, Endri Joko Satrio dan Ika Hasilah Isi Pos Kunci Birokrasi
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO Dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Rokok Ilegal UFO Diduga Terkoneksi Jaringan Lama FTZ Bintan, Publik Tantang Bea Cukai Batam Sentuh Pemain Kebal Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:32 WIB

Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:34 WIB

Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:02 WIB

Di Duga Penanganan Persalinan Puskesmas Bakauheni Ada Kelalaian atau Malpraktek Akibatkan Korban Harus di Operasi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:17 WIB

Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?

Berita Terbaru

Ekonomi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:54 WIB