Purnamanews.com – Yogyakarta. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta kembali meluncurkan buku Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat, Rabu (15/5/2024) malam.
Direktur Utama PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, Majiya mengatakan bahwa penerbitan buku yang kedua Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya yakni Air Minum Untuk Republik yang dilaunching pada Sabtu (6/5/2023) tahun lalu.
Ia berharap dari setiap lembar isi buku selain menambah informasi dan ilmu pengetahuan juga dapat menjadi inspirasi dan memotivasi untuk terus berinovasi melayani rakyat.
“Pelayanan publik harus terus berinovasi mengikuti pergerakan dunia sehingga tercipta pelayanan publik yang prima,” ucap Majiya.
Majiya juga berharap hadirnya buku Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat dapat diterima masyarakat, berkontribusi postif untuk perkembangan literasi bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Pj Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo mengapresiasi diterbitkannya buku Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat. Ia berharap di usia 98 tahun atau 2 tahun menjelang satu abad (100) Tirtamarta kian melayani rakyat.
“100 merupakan sebuah angka yang bulat, sebuah nilai yang sempurna. Untuk itu, tekad yang bulat dalam melayani rakyat harus digelorakan setiap saat,” kata Singgih.
Singgih juga meminta peluncuran buku Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat dapat mendorong institusi PDAM Tirtamarta dalam pengarusutamaan layanan pada masyarakat sehingga masyarakat merasa puas dengan layanan tersebut.
“PDAM Tirtamarta merupakan lini layanan yang strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih di perkotaan,” ujar Singgih Raharjo.
Pj Walikota Yogyakarta juga mendorong PDAM Tirtamarta mampu menyediakan air sehat secara merata di perkotaan, karena masifnya pencemaran di kota air bersih saja tidak cukup tanpa ditopang air yang sehat.
Masih sebut Singgih Raharjo, meski PDAM Tirtamarta tanpa kompetitor di Kota Yogyakarta namun jika kurang maksimal dalam penyediaan air bersih dan sehat maka PDAM Tirtamarta dapat ditinggalkan masyarakat.
Untuk itu, ia menekankan agar kreatifitas, improfisasi dan inovasi layanan harus diimplementasikan sehingga kehadiran PDAM Tirtamarta dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Pemerintah dan DPRD Kota Yogyakarta akan mendukung berbagai upaya inovasi dan peremajaan yang dilakukan PDAM Tirtamarta,” tandas Singgih Raharjo.
Diketahui PDAM Tirtamarta terbentuk pada 1 Januari 1926, bukan 1 Agustus 1918 yang sebelumnya dilakukan riset sejarah oleh tim riset dari UGM.
Ketua tim riset penetapan hari jadi PDAM Tirtatama Yogyakarta, Dr. Sri Margana, M. Hum, M. Phil menjelaskan risetnya didasari oleh berbagai arsip yang ada.
“Kami menemukan koran era kolonial yang terbit pada 1 Januari 1926 memberitakan penunjukan kepala badan perpipaan Era Belanda di Jogja waktu itu, dasar penetapannya peristiwa bersejarah itu,” jelasnya.
Sementara alasan didirikannya perusahaan air minum di masa pemerintahan kolonial Belanda itupun berawal dari adanya tragedi kekeringan yang melanda wilayah Jetis pada abad ke-20.
Sehingga membuat Pemerintah Kolonial Belanda bersama Kraton Yogyakarta mencetuskan ide untuk membuat instansi layanan pemenuhan sumber air minum di Kota Yogyakarta.
“Setelah air mulai mengalir, pada 1 Januari 1926 secara resmi dilantiklah Dirut PDAM pertama, yakni Ir. S. Riis. Maka 1 Januari 1926 itu, ditetapkan sebagai hari jadi PDAM Tirtamarta,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam peluncuran buku Tirtamarta Satu Abad Melayani Rakyat selain dihibur tari Jurugtirta, acara yang dihelat di komplek PDAM Tirtamarta ini juga diiringi grup musik keroncong Lintang Kanista dari Wonosari Gunungkidul.
Simon/Redaksi













