PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), sebagai bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group, mengembangkan kawasan industri terintegrasi baru di Anyer, Kabupaten Serang yang akan difokuskan pada sektor petrokimia serta industri pendukung strategis lainnya. Kawasan ini juga diproyeksikan untuk berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat daya saing industri nasional.

Pengembangan kawasan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung agenda hilirisasi industri yang tengah didorong pemerintah, termasuk oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sekaligus memperkuat struktur industri nasional berbasis nilai tambah.

Direktur Utama PT KSI, Dazul Herman, menyampaikan bahwa kawasan ini dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi yang mencakup sektor hilirisasi baja, petrokimia, energi, material, serta logistik berkelanjutan.

“Kawasan ini kami rancang sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku, proses hilirisasi, hingga konektivitas logistik yang didukung oleh pelabuhan, jaringan kereta api, dan akses jalan tol. Dengan integrasi ini, kami optimistis dapat menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.”, ujar Dazul.

Lebih lanjut, kawasan ini menargetkan masuknya investor dari berbagai sektor strategis tersebut. Sejumlah investor global dari China, Amerika Serikat, dan Brunei Darussalam telah menyatakan minat dan saat ini berada dalam tahap penjajakan awal.

Kawasan industri ini saat ini memiliki luas awal sekitar 400 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai lebih dari 2.000 hektare. Lokasinya yang strategis di wilayah Anyer diharapkan mampu memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus menjadi pusat pertumbuhan industri baru di wilayah barat Indonesia.

Baca Juga :  Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Sejalan dengan rencana pengembangannya, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan mengacu pada kerangka kebijakan yang dikoordinasikan oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Status KEK diharapkan dapat memberikan berbagai kemudahan investasi, baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal, sehingga mampu menarik lebih banyak investor global.

Dari sisi dampak ekonomi, pengembangan kawasan ini diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan daerah, dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga sekitar Rp58,9 triliun, serta peningkatan kontribusi fiskal sebesar Rp6,6 triliun. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi menyerap hingga 180.000 tenaga kerja, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Serang dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari transformasi Krakatau Steel Group dalam memperluas peran strategisnya di sektor industri nasional.

“Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari langkah strategis Krakatau Steel Group dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Kami melihat kebutuhan akan kawasan yang mampu menarik investasi global sekaligus mendorong hilirisasi industri secara berkelanjutan.”, lanjut Dr Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Selain itu program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Baca Juga :  Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026 atas Inovasi Fitur

Ia menambahkan bahwa kawasan ini juga sejalan dengan upaya penguatan daya saing daerah, termasuk mendukung inisiatif “Banten Gold” yang diusung Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi di wilayah tersebut.

Selain itu, pembangunan kawasan akan mengedepankan konsep smart and green industrial park sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), melalui efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan teknologi industri yang ramah lingkungan.

Ke depan, PT KSI akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan ini melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun mitra strategis, guna memastikan kawasan ini dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Tentang PT Krakatau Sarana Infrastruktur PT Krakatau Sarana Infrastruktur merupakan subholding PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri terintegrasi, dan penyediaan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan, pengolahan air, pembangkit listrik, gas, layanan IT, pergudangan, perumahan, hospitality dan jasa industri lainnya di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil
Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional
Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh
Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik
Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat
Sertifikasi “PJC Bridge” Tersedia di 15 Negara untuk Pelajar dan Pekerja Jepang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:16 WIB

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:35 WIB

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:18 WIB

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:28 WIB

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:18 WIB

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Berita Terbaru