BINUS UNIVERSITY Dorong Kolaborasi Global Lewat ‘AI Meets Traditional Culture’ 2026

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Film BINUS University dengan bangga berperan sebagai co-host dalam acara puncak “AI Meets Traditional Culture” China-Indonesia Youth AI Visual Works Exhibition 2026 yang bertempat di BINUS @Alam Sutera. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi kreatif lintas negara yang mempertemukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kekayaan budaya tradisional.

Bekerja sama dengan Shanghai Vancouver Film School dan berbagai mitra internasional, Program Film BINUS menghadirkan platform bagi generasi muda untuk mengeksplorasi storytelling visual berbasis AI yang tetap berakar pada perspektif dan kreativitas manusia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa mengikuti workshop intensif dari praktisi global, termasuk pengenalan AI Filmmaking Pipeline oleh Odet Abadia. Lokakarya kedua bertema Bringing Traditional Culture to Life: A Hands-on Guide and Case Sharing bersama tim Movie Flow, salah satu aplikasi AI untuk produksi film. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI dapat mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan peran kreator sebagai pengarah utama ide dan narasi.

Hal ini menegaskan komitmen Program Film BINUS dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam kurikulum, sekaligus memastikan bahwa mahasiswa tetap menjadi pusat dari proses kreatif. Pengalaman di atas juga akan memperkaya silabus Transmedia Storytelling yang tugasnya berupa produksi film AI pendek.

Hampir 500 karya dari kreator muda Indonesia dan China terkumpul dalam ajang ini, mencakup berbagai format seperti video, ilustrasi, komik, hingga buku cerita visual berbasis AI. Karya-karya tersebut menampilkan perpaduan unik antara elemen budaya kedua negara, seperti batik dan sutra, wayang dan opera Beijing, hingga interpretasi arsitektur tradisional dalam pendekatan visual modern.

Sebanyak 50 karya terbaik terpilih untuk dipamerkan di Jakarta dan Shanghai, dengan 10 karya menerima penghargaan utama. Para pemenang juga mendapatkan peluang eksposur global, termasuk partisipasi dalam festival film internasional dan kompetisi seni dunia.

Baca Juga :  Barantum Optimalkan Komunikasi dengan WhatsApp CRM

Ajang puncak adalah Penghargaan kepada para pemenang, yang didahului dengan sambutan dari Danendro Adi (Dekan School of Design Binus University) dan David Chen (Vice-President of Shanghai Vancouver Film School/ PhD Supervisor at Shanghai University). Acara dimulai dengan diskusi panel bertema AI Empowering Traditional Culture and Film Education bersama Jerry Fan (Industry Instructor, Producer/Screenwriter, AI Generated Content Creator) dan Adilla Amelia (Ketua Jurusan Film, Binus University). Keduanya saling berbagi dan belajar tentang kurikulum dan silabus berdasarkan best practice kedua sekolah film tersebut.

Pemenang pun diumumkan, yang terdiri dari peserta dari Cina dan dan Indonesia. Dalam hal ini, BINUS Film meraih juara 2 dengan judul Samudra Batin (Elijah Caleb Yael Sakti, Merin Grescia Natali, Meitry Yeo, Rocky Marciano Wowor, Yashn Rajkumar Asrani).

Selain Juara 1,2, dan 3, ada Grand Prize yang merupakan pemenang utama. Sedang excellent prize adalah semua karya yang lolos daftar seleksi pendek (finalis). (Daftar pemenang ada di bawah).

Tampak hadir pula Karen Wei (Head of marketing SHVFS), serta delegasi dari SMA Abdi Siswa, yaitu Jusuf Iskandar (Chief Executive Director), Ir. Pandji Kusuma (Ketua Dewan Pembina) dan Ferdinand Widagda (member board of Patrons).

Di sesi siang, ada sesi pemutaran film terpilih dari SHVFS dan BINUS FIlm.

Dalam sambutannya, Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi, menegaskan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan:

“Tema ‘AI Meets Traditional Culture’ adalah tentang pemberdayaan, bagaimana kita menggunakan teknologi masa depan untuk menghidupkan kembali warisan masa lalu. Dalam kurikulum kami, kami mengadopsi teknologi ini dengan filosofi yang jelas: kreativitas dan pemikiran kritis tetap berpusat pada manusia.”

Baca Juga :  Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel

Beliau juga menambahkan penegasan terkait peran AI dalam proses kreatif:

“AI adalah co-pilot, bukan pengganti kreator. Teknologi ini tidak akan menggantikan peran creative, melainkan berjalan berdampingan untuk memperkuat eksekusi dan eksplorasi ide. Visi, emosi, dan makna tetap harus datang dari manusia.”

Pendekatan ini menegaskan bahwa teknologi bukanlah pengganti kreativitas, melainkan medium baru yang memperluas cara bercerita dan berekspresi.

Partisipasi Program Film BINUS dalam inisiatif ini mempertegas perannya sebagai penghubung antara pendidikan, industri, dan kolaborasi internasional serta mempersiapkan generasi kreator yang adaptif, inovatif, dan tetap human-centered di era AI.

About BINUS Media & Publishing

Tentang BINUS University

Dengan pengalaman menuju 45 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS University memiliki visi utama, yakni sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation”. Semangat ini yang menjadikan BINUS University menjadi kampus terbaik nomor 2 se-ASEAN, 1 di Indonesia, 165 di Asia. BINUS University memiliki 14 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 komunitas Binusian yang terdiri dari 175.000 alumni, lebih dari 55.000 mahasiswa aktif, lebih dari 2.000 dosen, dan 52 Guru Besar BINUS University.

Tentang Shanghai Vancouver Film School (SHVFS)

Sebagai salah satu institusi pendidikan film terkemuka di Tiongkok, SHVFS berkomitmen menghadirkan standar industri kelas dunia bagi generasi baru para pencerita dan kreator teknologi kreatif.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil
Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional
Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh
Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik
Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat
Sertifikasi “PJC Bridge” Tersedia di 15 Negara untuk Pelajar dan Pekerja Jepang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:16 WIB

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:35 WIB

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:18 WIB

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:28 WIB

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:18 WIB

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Berita Terbaru