Ketum FWJ Indonesia : HPS Menjadi Tonggak Bersejarah Kebebasan Pers

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Hari Pers Sedunia (HPS) menjadi pengingat penting bagi semua wartawan di dunia. Peringatan itu telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebebasan pers dan mengingatkan pemerintah akan kewajiban mereka untuk menghormati hak atas kebebasan berekspresi.

Istilahnya World Press Freedom Day menjadi dedikasi dan loyalitas tinggi bagi profesi jurnalis yang telah ditetapkan Majelis PBB setiap tanggal 3 Mei. Hal itu dikatakan Ketum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan Pers nya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Hari Pers Sedunia lanjut Opan memiliki tujuan utama sebagai momentum untuk mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, membela media dari serangan terhadap independensi, serta memberikan penghormatan kepada jurnalis yang mendapatkan persekusi hingga kehilangan nyawa dalam menjalankan profesinya.

Baca Juga :  Kakanwil Ditjenpas Kepri Tinjau Layanan Besukan, Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi

“Untuk itu kami FWJ Indonesia yang didukung Word Peace Organization (WPO) akan memperingati HPS tanggal 2 – 3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar Puncak Bogor Jawa Barat. Kenapa harus tanggal 3 Mei? Tentunya tanggal itu memiliki arti penting dalam sejarah kebebasan Pers. Perlu diingat deklarasi Windhoek sebagai pernyataan prinsip-prinsip pers bebas yang disusun oleh jurnalis Afrika di Namibia pada tahun 1991. “Jelas Opan.

Peringatan World Press Freedom Day nanti, kata Opan akan dihadiri dari perwakilan tingkat pusat, Provinsi dan korwil tingkat Kota / Kabupaten se Indonesia sedikitnya 150 wartawan – 300 wartawan dari berbagai media yang tergabung di FWJ Indonesia. “Ucapnya.

Baca Juga :  Rutan Batam Perketat Pengawasan Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan, Razia dan Tes Urine Digelar Mendadak

Lebih rinci, Opan mengatakan UNESCO biasanya dibulan itu menyelenggarakan konferensi global setiap tahunnya untuk membahas isu-isu terkini seputar etika profesi dan tantangan jurnalisme.

Dalam konteks ini, Opan juga memberi pemahaman perbedaan Hari Pers Sedunia (HPS) dengan Hari Pers Nasional (HPN). Dia menyebut perbedaan itu sangat jelas antara perayaan tingkat dunia dan nasional di Indonesia.

“Kalau Hari Pers Sedunia (HPS) merupakan tonggak kedaulatan kebebasan pers dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei dengan skala Internasional. Sedangkan
Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan setiap 9 Februari yang jelas bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). “Pungkas Opan.

 

 

 

 

 

 

 

Jurnalis : M.Irsyad Salim

Rilis resmi DPP FWJ Indonesia

Berita Terkait

Bea Cukai Marunda Hadir Untuk Masyarakat, Kepedulian Yang Tak Sekadar Formalitas
WNA asal Inggris Tewas, Kepala Kantor Imigrasi Depok Bertanggung Jawab
Aksi Donor Darah Bertajuk “JakOne Sehat” Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Peringati HUT Ke-125 ‎ ‎
Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam
“Fantastis” Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Pagar Alam 2026 Tembus Rp.9 Miliar, Pola Berulang Picu Sorotan Tajam
Komunitas PUMA Nusantara Dukung Polri Dalam Sosialisasi Penggunaan Mobil Ambulans
Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar
Tambang Pasir Ilegal di Bintan Memanas: (A. Hsb) Ancaman, Emosi, dan Dugaan Mafia di Balik Perusakan Lingkungan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:16 WIB

Ketum FWJ Indonesia : HPS Menjadi Tonggak Bersejarah Kebebasan Pers

Jumat, 24 April 2026 - 13:16 WIB

Bea Cukai Marunda Hadir Untuk Masyarakat, Kepedulian Yang Tak Sekadar Formalitas

Rabu, 22 April 2026 - 19:29 WIB

WNA asal Inggris Tewas, Kepala Kantor Imigrasi Depok Bertanggung Jawab

Rabu, 22 April 2026 - 15:14 WIB

Aksi Donor Darah Bertajuk “JakOne Sehat” Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Peringati HUT Ke-125 ‎ ‎

Rabu, 22 April 2026 - 13:30 WIB

Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam

Berita Terbaru