Jakarta – Komunitas Perkumpulan Unit Mobil Ambulan (PUMA) Nusantara menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polri dalam melakukan sosialisasi penggunaan ambulans agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang melanggar hukum. Rabu (22/4/2026).
Dukungan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya informasi terkait dugaan penyalahgunaan ambulans untuk aktivitas ilegal yang mencoreng fungsi kemanusiaan kendaraan tersebut.
PUMA Nusantara yang dipimpin oleh Dedi Arif Nurharsono merupakan komunitas sosial yang berfokus pada layanan transportasi medis bagi pasien sakit, korban kecelakaan lalu lintas, maupun bencana alam. Berdiri sejak 2018, organisasi ini telah berkembang dengan jaringan luas di berbagai daerah, memiliki 18 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta menjalin kerja sama dengan berbagai relawan dan organisasi kemanusiaan di Indonesia.
Humas DPP PUMA Nusantara, Arif Setiadi, menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan oknum yang menyalahgunakan ambulans, termasuk dugaan penggunaan untuk mengangkut narkoba. Ia menekankan bahwa seluruh anggota PUMA di seluruh Indonesia diminta untuk tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta mengedepankan aturan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dalam menjalankan tugas di lapangan.
Senada dengan itu, Sekretaris PUMA DPD DKI Jakarta, Sofian, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, baik dalam bentuk tindakan kriminal maupun perilaku ugal-ugalan di jalan. Ia menegaskan bahwa setiap pelaku penyalahgunaan ambulans harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum demi menjaga citra dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan ambulans.
Sebagai langkah pencegahan, PUMA Nusantara terus mendorong kegiatan positif seperti literasi edukasi dan silaturahmi antaranggota serta komunitas driver ambulans lainnya. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan kesadaran hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Jurnalis : M.Irsyad Salim













