Lawan Arus Masih Marak di Makassar, Pengendara Motor Ugal-ugalan Bahayakan Pengguna Jalan

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Aksi membahayakan di jalan raya masih terus dilakukan sebagian pengendara sepeda motor. Melawan arus, ugal-ugalan, dan abai aturan jadi pemandangan yang nyaris terjadi setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pelanggaran lawan arus tidak hanya terjadi di satu titik, tapi hampir merata di sejumlah ruas jalan Kota Makassar. Salah satu contoh paling rawan, pinggir Jalan Tol Ir. Sutami.

“Sudah melawan arus, bawanya juga ugal-ugalan. Kita yang dari arah benar malah yang ngerem mendadak,” keluh seorang pengendara mobil yang rutin melintas, Sabtu 19 April 2026.

Jam Rawan Pagi dan Sore Hari,

Pelanggaran lawan arus paling sering terjadi pada jam sibuk, pagi hari saat jam berangkat kerja/sekolah dan sore hari saat jam pulang. Alasannya klasik cari jalan pintas agar tidak memutar jauh.

Baca Juga :  Tegas!!! Kepala Unit Cabang BANK BRI Camba Angkat Bicara : Jaminan Nasabah Itu Sudah di Kembalikan

Padahal, melawan arus jelas melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 287 ayat (1) menyebut pelanggar bisa dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Desakan ke Satlantas Polrestabes Makassar.

Pengguna jalan lain berharap Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar segera turun tangan. “Tolong dijaga di titik-titik yang sering lawan arus. Kasih efek jera. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” kata warga.

Titik yang disebut warga rawan lawan arus antara lain.

1.Pinggir Jalan Tol Ir. Sutami– dari arah Daya ke BTP maupun sebaliknya .

Baca Juga :  Rutan Batam Perketat Pengawasan Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan, Razia dan Tes Urine Digelar Mendadak

Kasatlantas Polrestabes Makassar belum memberi keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.

Warga Butuh Penindakan, Bukan Hanya Imbauan

Warga, Maros menilai pelanggaran lawan arus sudah masuk kategori darurat keselamatan. “Ini bukan lagi soal etika, tapi nyawa. Satu motor lawan arus bisa picu tabrakan beruntun,” tegas warga.

Warga mendesak tiga langkah konkret: 

1.Patroli hunting Satlantas di jam rawan 06.00–08.00 dan 16.00–18.00 WITA.
2. Pasang barrier & CCTV ETLE di titik langganan lawan arus, khususnya pinggir Tol Ir. Sutami.
3. Kolaborasi dengan Dishub & Jasa Marga untuk tutup celah putar balik liar di sekitar tol.

Jika dibiarkan, kata warga, budaya lawan arus akan dianggap lumrah dan menormalisasi pelanggaran.

Berita Terkait

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris Desak Perbaikan Layanan BPJS Di RSUD Ajdidarmo
DLHK Kota Depok Susun SOP Khusus di TPA Cipayung, Penanganan Dampak El Nino Godzilla
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Barru Hasilkan Produk Mebel dan Layanan Cuci Kendaraan, Bukti Pembinaan Kemandirian Berjalan Optimal
Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam
“Fantastis” Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Pagar Alam 2026 Tembus Rp.9 Miliar, Pola Berulang Picu Sorotan Tajam
RDP DPRD Lebak Bahas Untuk Perkuat Dan Evaluasi Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas
Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:48 WIB

Lawan Arus Masih Marak di Makassar, Pengendara Motor Ugal-ugalan Bahayakan Pengguna Jalan

Kamis, 23 April 2026 - 13:44 WIB

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris Desak Perbaikan Layanan BPJS Di RSUD Ajdidarmo

Kamis, 23 April 2026 - 07:32 WIB

DLHK Kota Depok Susun SOP Khusus di TPA Cipayung, Penanganan Dampak El Nino Godzilla

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Barru Hasilkan Produk Mebel dan Layanan Cuci Kendaraan, Bukti Pembinaan Kemandirian Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026 - 13:30 WIB

Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam

Berita Terbaru