PURNAMA NEWS.COM | SAMPANG — Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) kian diposisikan sebagai elemen kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara utuh. Menyadari hal tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang menggelar kegiatan penguatan kapasitas Guru BK melalui program bertajuk “7 Jurus BK Hebat”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) di Aula SMKN 2 Sampang ini diikuti oleh Guru BK dan Fasilitator Daerah dari SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Sampang. Program ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menyelaraskan peran Guru BK dengan tantangan pendidikan masa kini yang semakin kompleks.
Pengimbasan 7 Jurus BK Hebat dirancang sebagai pendekatan edukatif yang menempatkan Guru BK bukan sekadar penangan masalah, melainkan pendamping utama dalam proses tumbuh kembang peserta didik, baik secara akademik, emosional, maupun sosial.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Guru BK memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan iklim sekolah yang positif. Menurutnya, pendampingan siswa harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan berorientasi pada potensi, bukan semata pada persoalan.
“Guru BK harus hadir sebagai sosok yang memahami siswa secara utuh. Melalui 7 Jurus BK Hebat, kami mendorong guru BK mampu mengenali potensi peserta didik, membantu mereka mengelola emosi, serta membangun hubungan yang sehat antara siswa, guru, dan lingkungan sekolah,” ungkap Mas’udi.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Dalam konteks ini, Guru BK berperan penting sebagai penjaga keseimbangan psikologis dan sosial di sekolah.
Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas unsur pendidikan, termasuk antara Guru BK, wali kelas, kepala sekolah, dan orang tua. Dengan sinergi tersebut, layanan pendampingan siswa diharapkan menjadi lebih terintegrasi dan berdampak nyata.
Melalui kegiatan ini, Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sampang berharap Guru BK mampu beradaptasi dengan dinamika zaman serta menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter, inklusif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.
Penguatan peran Guru BK melalui pendekatan edukatif dan humanis ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Sampang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. (**Adhon )













