PURNAMA NEWS.COM | BANGKALAN – Nama istri seorang Sekretaris Desa di Kecamatan Kokop, Bangkalan, tiba-tiba tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, alih-alih merasa senang, Sekretaris Desa Dupok bernama Holil justru mengambil langkah yang tidak biasa.
Ia meminta istrinya segera menandatangani surat pernyataan mundur dari daftar penerima bantuan tersebut.
Holil menegaskan dirinya sudah berada pada kondisi ekonomi yang cukup dan tidak layak menerima bansos.
“Alhamdulillah saya sudah cukup, masih banyak yang lebih berhak,” ujarnya singkat.
Sebagai perangkat desa, Holil berharap langkah ini menjadi contoh bagi masyarakat agar lebih sadar dan jujur dalam menilai kelayakan menerima bantuan.
“Saya berharap yang lain juga begitu. Jika sudah mampu, bisa segera mundur, karena masih banyak yang layak tapi belum menerima,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa istrinya tidak pernah mengajukan diri sebagai penerima PKH.
Namun secara mengejutkan, nama sang istri tetap muncul dalam daftar penerima.
“Tidak pernah mengajukan, tapi nama istri saya tiba-tiba keluar sebagai penerima,” ungkapnya.
Sikap transparan Holil ini menjadi sorotan publik, sekaligus membuka kembali pentingnya akurasi pendataan bansos agar tepat sasaran. (**Hary )













