Korpolairud Baharkam Polri Ungkap 72 Kasus Destructive Fishing, Selamatkan Kerugian Negara Rp49 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri berhasil mengungkap 72 kasus tindak pidana destructive fishing selama pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tahun 2025. Operasi yang berlangsung selama 60 hari, sejak 24 Februari hingga 24 Maret 2025 ini, menjerat 101 tersangka dan menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp49 miliar.

Kegiatan ini merupakan wujud konkret Polri dalam mendukung program ekonomi biru yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sejalan dengan Asta Cita ke-2, yaitu mewujudkan kebijakan ekonomi biru yang selaras dan berkelanjutan.

“Penindakan ini bukan semata-mata untuk penegakan hukum, tapi juga untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut serta mencegah kerugian negara dari hasil laut yang dieksploitasi secara ilegal,” ujar Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Idil Tabransyah, S.H., M.M. dalam Konferensi Pers, Jumat (25/4/2025).

Baca Juga :  Polsek Koja Amankan Penjual Miras Di Lagoa Saat Patroli KRYD

Operasi ini melibatkan 6 Ditpolairud Polda prioritas (Jatim, NTB, NTT, Sulsel, Sulteng, dan Sultra) serta 29 Ditpolairud Polda imbangan, dengan lebih dari 45 kapal yang tergelar di wilayah-wilayah rawan.

Jenis pelanggaran yang ditindak mencakup penggunaan bom ikan, alat tangkap terlarang, bahan kimia, dan alat setrum listrik. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah ratusan detonator, pupuk amonium nitrat, kapal nelayan, alat selam, hingga ribuan kilogram ikan hasil tangkapan ilegal.

Brigjen Pol. Idil Tabransyah menegaskan, “Destructive fishing adalah ancaman nyata bagi masa depan laut kita. Melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif, kami ingin membangun efek jera agar praktik ini tidak terulang kembali.”

Baca Juga :  Hendak Tawuran Di Jakarta Timur, Empat Pemuda Dan Belasan Sajam Diamankan Tim Patroli Perintis Presisi PMJ

Para pelaku dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dan Pasal 84 jo Pasal 85 UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup serta denda hingga Rp10 miliar.

“Korpolairud akan terus bersinergi dengan seluruh jajaran di tingkat Mabes dan daerah demi menjaga laut kita dari kerusakan,” pungkas Brigjen Pol. Idil Tabransyah.

 

Jurnalis : M.Irsyad Salim

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Ibu Rumah Tangga Di Neglasari Tangerang
Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Dua Pelaku Pengedar Sabu Di Sunter Agung Tanjung Priok
Beraksi Di Wilayah Jabodetabek, Polsek Batuceper Berhasil Ungkap Komplotan Curanmor Jaringan Lampung : Bawa Pisau Dan Kunci T
Bareskrim Polri Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat Tebing Pelatnas
Hendak Tawuran Di Jakarta Timur, Empat Pemuda Dan Belasan Sajam Diamankan Tim Patroli Perintis Presisi PMJ
Polisi Respon Cepat Laporan Warga Amankan Terduga Pelaku Curanmor Bawa Senjata Airsoft Gun Di Sukapura Cilincing
Buronan Interpol Kasus Korupsi Tanah Di Tangerang Ditangkap Saat Masuk Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:41 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Ibu Rumah Tangga Di Neglasari Tangerang

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:46 WIB

Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:53 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Dua Pelaku Pengedar Sabu Di Sunter Agung Tanjung Priok

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:16 WIB

Beraksi Di Wilayah Jabodetabek, Polsek Batuceper Berhasil Ungkap Komplotan Curanmor Jaringan Lampung : Bawa Pisau Dan Kunci T

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:59 WIB

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat Tebing Pelatnas

Berita Terbaru