“Pelabuhan Tikus Dibekingi Oknum ‘A’ ? Wartawan Palsu di Garis Depan”

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

www.Purnamanews.com|[Tanjungpinang, Kamis, 10/04/2025] – Seorang pria berinisial “A” mengaku sebagai wartawan, namun keterlibatannya dalam aktivitas mencurigakan di kawasan pelabuhan tidak resmi—yang dikenal sebagai pelabuhan tikus—membuka tabir skandal baru yang menghebohkan publik.

Informasi yang dihimpun tim investigasi Purnama News menyebutkan, “A” kerap terlihat keluar masuk area pelabuhan tanpa pemeriksaan berarti.

Ia memanfaatkan identitas kewartawanannya untuk mengakses wilayah-wilayah yang tertutup bagi masyarakat umum, diduga kuat sebagai tameng untuk aktivitas ilegal.

Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa “A” bukan wartawan dari media mana pun yang terdaftar di Dewan Pers.

“Kami curiga ia hanya menggunakan atribut pers untuk melindungi bisnis gelapnya,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga :  RUTAN BATAM MEMILIH AKSI, BUKAN SEREMONI: DONOR DARAH WARNAI HARI BAKTI PEMASYARAKATAN KE-62

Jejak Transaksi Gelap

Kegiatan mencurigakan ini bukan tanpa bukti. Tim kami menemukan dugaan adanya aliran barang ilegal seperti rokok tanpa cukai dan barang elektronik dari luar negeri yang masuk melalui pelabuhan tikus tersebut. Dalam beberapa dokumentasi, terlihat “A” tengah berbicara dengan beberapa oknum lain yang diduga kuat bagian dari sindikat penyelundupan.

Reaksi Aparat

Pihak kepolisian yang dihubungi Purnama News menyatakan akan menyelidiki lebih lanjut kasus ini. “Kami tidak segan menindak siapa pun yang menyalahgunakan identitas profesi, apalagi bila terlibat dalam kejahatan lintas batas,” ujar seorang pejabat kepolisian yang menangani wilayah tersebut.

Baca Juga :  Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?

Desakan Verifikasi Media

Kasus ini kembali menguatkan pentingnya verifikasi identitas wartawan dan media.

Dewan Pers didesak turun tangan dan melakukan pendataan ulang terhadap pihak-pihak yang mengklaim sebagai jurnalis.

“Identitas pers bukan untuk dijadikan perisai pelindung kejahatan,” tegas Ketua LSM Pemantau Jurnalisme Independen, Irwan Saputra.

Penutup

Skandal ini membuka mata bahwa praktik pelabuhan tikus masih hidup dan berkembang, bahkan kini disamarkan melalui bayang-bayang profesi yang seharusnya menjunjung integritas dan kebenaran.

Publik menanti langkah tegas dari aparat dan pemangku kebijakan, sebelum pelabuhan-pelabuhan gelap ini menjadi pintu masuk ancaman yang lebih besar bagi negara.

 

Berita Terkait

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026 ‎
Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT
Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif
Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor
Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?
Ansar Ahmad Rotasi 10 Pejabat Strategis Pemprov Kepri, Endri Joko Satrio dan Ika Hasilah Isi Pos Kunci Birokrasi
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO Dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Dalih “Kawasan Hutan” Panen Tanpa Izin Berlanjut : AWNI Jambi Desak Kepastian Hukum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:46 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026 ‎

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:32 WIB

Jayakarta Institute Gelar Seminar Dialog Publik : Beyond The Classroom : Membangun Pendidikan Tinggi Yang Adaptif Dan Progresif

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:34 WIB

Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor

Senin, 4 Mei 2026 - 20:17 WIB

Menyoal Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi : Sudah Tepatkah Wacana Penutupan Program Studi?

Berita Terbaru