Www.PurnamaNews.Com|Batam Kompleks perjudian di Plaza Nagoya Hill, Batam didatangi 200-an orang dari organisasi Pemuda Pancasila (PP). Massa kemudian menyisir satu per satu gedung-gedung yang menyediakan perjudian dan merusak alat judi di gedung itu.
Kejadian Aksi perusakan ini terjadi pukul 11.10 WIB, Kamis (24/2/2011). Para pemuda yang mengenakan seragam loreng-loreng oranye dan bertuliskan Pemuda Pancasila di bagian depannya itu pertama kali masuk ke gedung Indogame Zone yang menyediakan judi bola ketangkasan. Di lokasi ini, massa mengobrak-abrik barang-barang yang berbau perjudian.
Setelah puas mengobrak-abrik gedung Indogame Zone, mereka keluar dan mendatangi gedung perjudian lainnya yakni ke Cybercity, lalu ke Final Zone, dan belasan tempat judi lainnya di kompleks yang sama.
Tak seorang pun yang dapat mencegah aksi PP ini. Tak ada seorang pun polisi yang datang dan mengamankan aksi ini. Sejumlah petugas keamanan kompleks pun hanya diam saja.
Seluruh karyawan dari tempat-tempat perjudian itu berhamburan keluar gedung untuk mengamankan diri. Mereka takut menjadi korban amukan PP. Bahkan toko-toko lain di sekitar tempat perjudian akhirnya memilih tutup.
Seorang anggota PP, Chandra mengatakan, aksi ini mereka lakukan karena kecewa kepada polisi yang tidak bisa membubarkan tempat perjudian tersebut. Kepada mereka, polisi beralasan, tempat perjudian ini tidak bisa dibubarkan karena sudah mendapatkan izin dari Walikota Batam. Tempat perjudian ini sengaja dibuat walikota untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Batam.
“Karena polisi nggak bertindak ya kami bertindak,” katanya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepri sudah pernah berkumpul untuk membicarakan maraknya perjudian di Batam. Sejumlah ormas Islam juga sudah pernah menyurati Walikota Batam dan Poltabes Batam agar menutup tempat perjudian tersebut. Namun teguran MUI dan ormas Islam tersebut tak digubris.(**)













