Meninggal di RS Kota Makassar, Jenazah Warga Pulau Lumu-Lumu di Angkut Menggunakan  Perahu Jolloro Sewaan Jutaan Rupiah

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com,Makassar – Masyarakat di pulau terluar Kota Makassar, Sulawesi Selatan sangat bergantung pada kapal. Hal ini membuat mereka kerap waswas, apalagi jika sedang menderita sakit.

Warga Pulau Lumu-Lumu, Kelurahan Barang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar,sangat berharap Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) agar segera menyiapkan  ambulans perahu.

Selama ini, warga pulau lumu-lumu hanya bergantung pada perahu warga nelayan lain untuk mengangkut orang sakit atau Jenazah dengan sistim sewa.

Baru-baru ini, salah satu warga pulau Lumu-lumu, dikabarkan meninggal dunia di salah satu RS di kota Makassar.

Jenazah warga pulau  lumu-lumu terpaksa di angkut menggunakan perahu sewa dengan bayaran hingga jutaan rupiah.

Baca Juga :  Bea Cukai Marunda Hadir Untuk Masyarakat, Kepedulian Yang Tak Sekadar Formalitas

Dengan kondisi  kurang mampu, sewa perahu di bayar dengan cara patungan oleh keluarga dekat.

Padahal kata warga, di pulau lumu-lumu sendiri ada perahu Jolloro ambulans laut, namun pihak pengurus perahu ambulans inisial  H H  seakang tidak mengijinkan untuk di gunakan mengangkut Jenazah.

Warga pulau lumu-lumu merasa heran, bahkan ia bertanya, perahu ambulans tersebut itu untuk apa?, apakah hanya untuk di pajang atau untuk orang banyak?.

Berdasarkan penelusuran media, perahu Jolloro ambulans di pulau lumu-lumu sudah di wakapkan.

Baca Juga :  Haidar Alwi : Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

Dimana warga inisial HH warga pulau lumu-lumu sendiri  telah mewakafkan satu unit perahu Jolloro’ senilai Rp70 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Makassar.

Perahu tersebut akan difungsikan sebagai ambulans laut untuk membantu warga kepulauan yang membutuhkan layanan kesehatan darurat ke daratan utama.

Namun fakta di lapangan berbeda,dengan pengakuan warga, perahu Jolloro ambulans tersebut diduga di gunakan untuk kepentingan pribadi.

Hingga berita ini di turunkan pihak media masih dalam upaya mengonfirmasi inisial HH. Dan
Media juga membuka ruang klarifikasi dan hak jawab.

Bersambung

Berita Terkait

Dalih “Kawasan Hutan” Panen Tanpa Izin Berlanjut : AWNI Jambi Desak Kepastian Hukum
Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama
Diduga Cemari Udara, Aktivitas Cerobong PT Bina Karya Prima (BKP) di Kaliabang Tengah, Kota Bekasi Disorot
Skandal Tender Rp472 Miliar Polder Kamal Menguat, 50 Peserta Gugur Massal, Satu BUMN Melenggang Tanpa Perlawanan
Tender Rp10,2 Miliar GOR Kota Bekasi Disorot, Indikasi “Pengondisian” Menguat
Tender Rp.18,2 Miliar Polder Jatirasa Disorot Keras : Peserta 38, Lolos 1
1 Mei Jadi Momentum Refleksi Sejarah Dan Persatuan Papua Dalam NKRI
IKAFEB UNAND Gelar Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND Di Jakarta Pusat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:37 WIB

Dalih “Kawasan Hutan” Panen Tanpa Izin Berlanjut : AWNI Jambi Desak Kepastian Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 14:33 WIB

Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

Selasa, 28 April 2026 - 10:03 WIB

Diduga Cemari Udara, Aktivitas Cerobong PT Bina Karya Prima (BKP) di Kaliabang Tengah, Kota Bekasi Disorot

Selasa, 28 April 2026 - 08:06 WIB

Skandal Tender Rp472 Miliar Polder Kamal Menguat, 50 Peserta Gugur Massal, Satu BUMN Melenggang Tanpa Perlawanan

Selasa, 28 April 2026 - 07:59 WIB

Tender Rp10,2 Miliar GOR Kota Bekasi Disorot, Indikasi “Pengondisian” Menguat

Berita Terbaru