Napak Tilas Isyarah NU Bangkalan–Jombang, Bupati Lukman Hakim Tegaskan Peran Bangkalan dalam Sejarah Muassis

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURNAMA NEWS.COM | BANGKALAN — Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjadi titik fokus dalam kegiatan Napak Tilas Isyarah dari Bangkalan menuju Jombang yang digelar Minggu pagi, 4 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan ikhtiar monumental untuk merawat dan menghidupkan kembali jejak sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) menjelang satu abad berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Sejak pagi hari, ribuan peserta yang terdiri dari tokoh agama, santri, dan warga Nahdliyin telah memadati kompleks Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, menandai dimulainya perjalanan spiritual yang tidak sekadar bersifat fisik, tetapi sarat makna historis dan nilai perjuangan ulama.

Baca Juga :  RUTAN BATAM MEMILIH AKSI, BUKAN SEREMONI: DONOR DARAH WARNAI HARI BAKTI PEMASYARAKATAN KE-62

Dalam sambutannya, Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa NU lahir dari ketulusan, pengorbanan, dan perjuangan para ulama. Ia menyoroti simbol tongkat dan tasbih isyarah sebagai representasi perjalanan spiritual yang melahirkan NU, sekaligus penanda kuat peran Bangkalan dalam mata rantai sejarah besar tersebut.

“Napak tilas isyarah ini mengingatkan kita bahwa NU berdiri di atas ketulusan dan pengorbanan para ulama. Bangkalan memiliki posisi penting dalam sejarah itu, dan nilai-nilai para muassis harus terus kita jaga dan rawat,” ujar Lukman.

Ia menambahkan, kegiatan napak tilas ini bukan sekadar ritual simbolik, melainkan momentum edukatif untuk menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi masa kini. Menurutnya, memahami akar sejarah adalah kunci menjaga kekokohan nilai kebangsaan dan keislaman di masa depan.

Baca Juga :  29 Pegawai Rutan Batam Naik Pangkat, Tanggung Jawab Ikut Naik

Rangkaian kegiatan Napak Tilas Isyarah dimulai dari Bangkalan, menyeberang laut menuju Surabaya, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat hingga berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi bersejarah tersebut, tongkat dan tasbih isyarah diserahkan kepada pengasuh pondok sebagai simbol kesinambungan perjuangan dan estafet nilai para ulama.

Antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat sepanjang rute perjalanan menjadi bukti kuat kecintaan warga Nahdliyin terhadap sejarah NU. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam merawat nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana diwariskan para pendiri NU.

Pewarta : Hari

Berita Terkait

Polda Kepri Lakukan Pengawasan dan Pengecekan Daycare di Kota Batam Guna Cegah Kekerasan Terhadap Anak
Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT
Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor
Ada oknum TNI AL inisial “JOHAN” merasa “KEBAL HUKUM” yang membackup atau membeking tambang pasir ilegal.
IKA SMANDAWI 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Sinergi Alumni dan Aksi Sosial di Tegal
Pembangunan ruas jalan Pelabuhan Batanjung Tetap berlanjut ,Bupati Wiyatno: Ruas Jalan Basarang-Batanjung Jadi Prioritas
Ansar Ahmad Rotasi 10 Pejabat Strategis Pemprov Kepri, Endri Joko Satrio dan Ika Hasilah Isi Pos Kunci Birokrasi
Kepedulian Sosial Paguyuban Cisimeut Bersatu Bangun Rumah Tidak Layak Huni dari Swadaya
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:56 WIB

Polda Kepri Lakukan Pengawasan dan Pengecekan Daycare di Kota Batam Guna Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kasino “Hollywood” Batam: Pertanyaan Besar yang Tertinggal Setelah Polda Kepri Bongkar Judol BOT

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:34 WIB

Ombudsman Kepri Pantau Pelayanan Publik di Lubuk Baja: Soroti Masalah Sampah hingga Potensi Longsor

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:02 WIB

Ada oknum TNI AL inisial “JOHAN” merasa “KEBAL HUKUM” yang membackup atau membeking tambang pasir ilegal.

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:15 WIB

IKA SMANDAWI 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Sinergi Alumni dan Aksi Sosial di Tegal

Berita Terbaru