Makna Gelar Kanjeng Raden Tumenggung Amanah Adat yang Kini Disandang Bupati Sampang

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURNAMA NEWS.COM | SAMPANG  — Dalam tradisi Nusantara, gelar Kanjeng Raden Tumenggung bukan sekadar sebutan kehormatan, melainkan simbol kepemimpinan, tanggung jawab, dan keteladanan. Gelar ini menempatkan seorang pemimpin di garis depan untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakatnya.

Secara etimologis, Kanjeng berasal dari istilah kang ajeng yang berarti yang berada di depan atau pemimpin yang dihormati.
Raden merupakan gelar kebangsawanan yang mencerminkan adab, martabat, serta keluhuran sikap.
Sementara Tumenggung adalah jabatan tinggi dalam struktur pemerintahan adat atau keraton, yang secara historis setara dengan kepala wilayah atau bupati.

Makna tersebut kini melekat pada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi yang secara resmi menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Raja Nusantara dalam prosesi adat yang digelar khidmat di Pringgitan Trunojoyo, Senin (22/12/2025).

Baca Juga :  Di Bawah Pimpinan Kepala Rutan Fajar Teguh Wibowo, Rutan Kelas IIA Batam Gelar Apel Pengamanan Sambut Tahun Baru 2026

Prosesi penobatan dihadiri para Raja dan Sultan Nusantara, pemangku adat, Ketua MATRA, serta jajaran pemerintah daerah.

Kehadiran para tokoh adat dari berbagai wilayah menjadikan Sampang sebagai ruang pertemuan nilai-nilai budaya dan sejarah kebangsaan.

Bupati Sampang yang akrab disapa Aba Idi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan tersebut bukan dimaknai sebagai kemuliaan pribadi, melainkan sebagai amanah moral yang harus diwujudkan dalam praktik kepemimpinan sehari-hari.

Baca Juga :  Cegah Kepanikan Warga Polres Aceh Barat Beri Teguran Para Pedagang Eceran BBM dan Gas Elpiji

“Gelar ini mengingatkan saya untuk terus memimpin dengan keteladanan, menjaga kearifan lokal, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain penobatan gelar, forum adat tersebut juga memperkuat dukungan Raja Nusantara terhadap pengusulan Pangeran Trunojoyo, tokoh asal Madura kelahiran Sampang, sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan itu dipandang sebagai bagian dari ikhtiar mengembalikan pengakuan sejarah terhadap perjuangan tokoh-tokoh Nusantara.

Menurut Aba Idi, perjuangan Pangeran Trunojoyo merupakan bagian dari perlawanan terhadap hegemoni kolonial VOC yang menindas kedaulatan Nusantara.

“Pengakuan sejarah adalah penguatan jati diri dan martabat masyarakat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Adhon

Berita Terkait

DPRK Audensi Dengan DPRA Kelanjutan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.
SPPG Polres Kediri Kota Diresmikan, Sinergi Polri–Pemkot Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Sinergi bank bjb – Duluin Perluas Layanan Keuangan Digital bagi Dunia Kerja Indonesia
Sinergi bank bjb – Duluin Perluas Layanan Keuangan Digital bagi Dunia Kerja Indonesia
Kerja Sama Jateng-Lampung Rp 832,3 Miliar: Ketum PWDPI Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas*
KAI Divre IV Tanjungkarang Audiensi dengan Institut Teknologi Sumatera, Bahas Sinergi Industri dan Akademisi di Bidang Transportasi dan AI
KAI Daop 9 Jember Catatkan OTP Tinggi dan Zero Accident Selama Masa Angkutan Nataru 2025/2026
Kapolda Kepri Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:20 WIB

DPRK Audensi Dengan DPRA Kelanjutan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:18 WIB

SPPG Polres Kediri Kota Diresmikan, Sinergi Polri–Pemkot Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:03 WIB

Sinergi bank bjb – Duluin Perluas Layanan Keuangan Digital bagi Dunia Kerja Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:03 WIB

Sinergi bank bjb – Duluin Perluas Layanan Keuangan Digital bagi Dunia Kerja Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:33 WIB

Kerja Sama Jateng-Lampung Rp 832,3 Miliar: Ketum PWDPI Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas*

Berita Terbaru