PURNAMANEWS.COM – TANJUNGPINANG Nama Endri Joko Satrio mungkin belum terlalu dikenal luas di ruang publik. Jejak digitalnya minim, ekspos medianya nyaris senyap, dan selama ini lebih banyak bergerak di lorong-lorong administratif pemerintahan. Namun di balik kesenyapan tersebut, Endri diduga bukan figur birokrasi biasa.
ASN senior bernama lengkap Endrie Djoko Satrio, S.T., M.M. ini tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Perlengkapan Biro Umum Setda Provinsi Kepulauan Riau, sebuah unit strategis yang membidangi pengadaan perlengkapan, pemeliharaan fasilitas, serta penatausahaan aset rumah tangga pemerintahan.
Dari posisi itu, Endri diduga kuat berada dalam orbit administratif berbagai kebutuhan belanja operasional internal Pemprov Kepri yang nilainya tidak kecil.
Penelusuran terhadap sejumlah paket pengadaan pada rumpun Biro Perlengkapan menunjukkan sedikitnya terdapat lebih dari Rp15,6 miliar paket belanja operasional yang lahir dari unit tersebut dalam periode saat Endri masih memimpin Bagian Perlengkapan.
Belanja tersebut tidak muncul dalam bentuk proyek konstruksi besar yang mudah dilihat publik, melainkan tersebar dalam paket-paket yang tampak administratif namun bernilai miliaran rupiah, seperti pengadaan alat tulis kantor, interior gedung pemerintahan, meubelair, sewa tenda dan perlengkapan acara resmi, hingga konsumsi harian pegawai.
Data tender terbuka menunjukkan adanya Belanja Alat Tulis Kantor dengan nilai pagu Rp2,31 miliar, Belanja Sewa Tenda dan Kelengkapannya sebesar Rp2,66 miliar, serta Belanja Modal Pengadaan Interior Aula Komplek Kantor Gubernur Dompak yang mencapai Rp4 miliar.
Selain itu, terdapat pula sejumlah paket interior dan meubelair lain dengan nilai miliaran rupiah yang berasal dari rumpun satuan kerja yang sama.
Jika diakumulasi dari paket-paket yang berhasil ditelusuri, totalnya mencapai sedikitnya Rp15.611.000.000. Nilai ini bahkan diduga belum mencakup keseluruhan paket operasional lain seperti pemeliharaan kendaraan dinas, perawatan fasilitas VIP, perlengkapan rumah jabatan, maupun kebutuhan rumah tangga kantor gubernur yang tersebar dalam berbagai nomenklatur belanja tahunan.
Dalam struktur birokrasi Pemprov Kepri, Bagian Perlengkapan selama ini memang dikenal sebagai unit yang relatif sunyi dari sorotan.
Namun justru dari unit inilah daftar kebutuhan barang dan jasa, spesifikasi pengadaan, volume permintaan, hingga distribusi perlengkapan internal pemerintahan disusun sebelum diproses melalui mekanisme pengadaan resmi.
Artinya, meskipun proses lelang formal tetap dilaksanakan melalui UKPBJ atau LPSE, lahirnya paket-paket tersebut patut diduga tidak dapat dilepaskan dari usulan kebutuhan yang disiapkan oleh meja user peminta barang, yakni Bagian Perlengkapan.
Posisi Endri pada masa itu menjadi semakin strategis karena ia membawahi langsung tiga subunit penting, yakni Subbag Pengadaan, Subbag Pemeliharaan, dan Subbag Penatausahaan Aset.
Kombinasi ketiga lini ini membuat Endri diduga memiliki akses administratif terhadap lalu lintas kebutuhan perlengkapan kantor, perawatan fasilitas, pengelolaan aset, hingga berbagai penyedia barang dan jasa yang menopang operasional pemerintahan sehari-hari.
Publik patut mencermati rekam jejak ini, sebab Endri Joko Satrio kini justru dipromosikan Gubernur Ansar Ahmad sebagai Kepala Biro Umum Setda Provinsi Kepri, jabatan yang memiliki kendali lebih luas terhadap urusan protokoler pimpinan, kendaraan dinas, rumah jabatan, penerimaan tamu VIP, hingga fasilitas representatif pemerintahan daerah.
Promosi tersebut memunculkan pembacaan bahwa Endri diduga bukan sekadar pejabat administratif biasa, melainkan figur lama yang telah memahami secara detail denyut pengadaan fasilitas dan kebutuhan logistik internal pemerintahan.
Dengan kata lain, Endri Joko Satrio bukan hanya berpindah kursi.
Ia diduga kembali ke ruang yang sejak lama akrab dengan satu hal: arus belanja operasional pemerintahan yang nilainya terus mengalir dalam senyap.
Penulis : Ravi










