Purnamanews.com, Meulaboh – Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menghadirkan tata kelola pendidikan yang bersih dan transparan semakin diperkuat melalui langkah kolaboratif yang komprehensif.
Inspektorat Kabupaten Aceh Barat bersinergi dengan Dinas Pendidikan sukses menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Bebas Gratifikasi di Gedung C BKPSDM, yang berlangsung selama dua hari, 28-29 April 2026.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 156 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 62 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Aceh Barat. Guna memastikan pemahaman yang utuh.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber lintas instansi, yakni Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Inspektorat, serta unsur Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat dan Polres Aceh Barat.

Inspektur Kabupaten Aceh Barat, Zakaria, SE., CGCAE, yang dalam hal ini diwakili oleh Inspektur Pembantu Khusus, Irwandi, hadir langsung mendampingi jalannya kegiatan. Saat ditemui di lokasi, Irwandi menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai instansi ini adalah bentuk kesungguhan pemerintah dalam menyelaraskan standar pelayanan pendidikan dengan prinsip integritas.
“Kehadiran berbagai narasumber hari ini merupakan bentuk kesungguhan kami dalam menerjemahkan visi pimpinan daerah untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik. Kami mengedepankan pendekatan preventif agar rekan-rekan di satuan pendidikan memiliki panduan yang selaras dengan aturan berlaku, sehingga proses transisi siswa baru dapat berjalan dengan tenang, nyaman, dan akuntabel,” ungkap Irwandi.
Acara resmi ditutup pada Rabu sore oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Teuku Putra Azmisyah, SE. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas yang melibatkan Plt. Kadis Pendidikan, perwakilan Inspektorat, perwakilan APH serta kepala sekolah.
Dalam sambutan penutupnya, Teuku Putra Azmisyah menekankan bahwa Pakta Integritas ini merupakan simbol dimulainya babak baru dalam pelayanan pendidikan yang lebih baik.
“Pakta Integritas yang kita sepakati bersama hari ini adalah cerminan niat tulus kita untuk terus berbenah. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan APH ini bukan sekadar pengawasan, melainkan bentuk dukungan agar Bapak/Ibu Kepala Sekolah dapat bekerja dengan lebih percaya diri di atas koridor aturan yang benar,” tutur Teuku Putra Azmisyah dengan hangat.
Ia pun mengajak seluruh kepala sekolah untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Mari kita jadikan implementasi di lapangan sebagai bukti nyata sinergi kita. Dengan menjaga transparansi dalam SPMB, kita sedang membangun fondasi kepercayaan masyarakat yang lebih kuat. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa melalui kolaborasi dan semangat perbaikan, kita mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkeadilan dan bermartabat bagi putra-putri Aceh Barat,” pungkasnya.
Dengan tuntasnya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara dinas teknis, pengawas internal, penegak hukum, serta mitra pendidikan terus terjaga demi mewujudkan Aceh Barat sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang berwibawa.













