Purnamanews.com – Batam Zainal Lewaming: Dari Pemilik Kapal ke Saksi-Peran Ganda di Balik Rokok Ilegal Batam ? Kasus penyelundupan rokok ilegal di perairan Galang, Batam, yang sempat diungkap aparat pada penghujung 2024, kini memanas lagi.
Bukan karena barang bukti baru, tapi karena satu nama: Zainal Lewaming.
Awalnya senyap. Kini justru muncul ke permukaan sebagai “saksi”. Tapi pengakuannya malah membuka lubang besar dalam cerita ini.
Zainal secara terbuka mengakui bahwa kapal Jerfy, yang digunakan untuk mengangkut ratusan ribu batang rokok ilegal, adalah miliknya. Lebih jauh, ia menyebut kapal itu disewakan dengan tarif Rp70 juta per bulan.
Angka yang tidak kecil-dan jelas bukan transaksi nelayan biasa.
Masalahnya bukan sekadar sewa-menyewa.
Masalahnya: kapal itu dipakai untuk kejahatan.
Ini yang jadi pertanyaan tajam-bagaimana mungkin seseorang yang mengakui kepemilikan alat utama dalam tindak pidana, tiba-tiba berdiri sebagai saksi, bukan tersangka ?
Padahal, kalau ditarik ke belakang, kasus ini bukan kelas kecil. Pada 31 Desember 2024, aparat berhasil menggagalkan penyelundupan 324.000 batang rokok ilegal di perairan Galang.
Kapal Jerfy saat itu dikendalikan oleh nakhoda Asemi Syah Putra. Barang tanpa dokumen, jalur laut, pola lama-indikasi kuat jaringan, bukan operasi tunggal.
Masuknya nama Zainal harusnya jadi pintu pembuka untuk membongkar struktur di atasnya.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya-ia hadir dengan posisi “aman” sebagai pemberi keterangan.
Lebih panas lagi, di lapangan beredar isu yang tidak bisa diabaikan:
Zainal disebut-sebut masih aktif bermain dalam peredaran rokok ilegal di Batam hingga saat ini.
Kalau ini benar, maka situasinya bukan lagi sekadar pengembangan kasus-
ini potensi pembiaran sistematis.
Kita bicara soal praktik yang jelas merugikan negara dari sektor cukai, merusak pasar legal, dan sudah berulang kali terjadi di titik yang sama.
Bahkan sebelumnya, operasi gabungan Indonesia–Malaysia pernah menggagalkan penyelundupan lebih dari 1 juta batang rokok ilegal di wilayah ini.
Artinya ?
Jaringan ini bukan baru, dan jelas belum selesai.
Pengakuan Zainal seharusnya jadi titik balik. Tapi jika tidak ditindak serius, justru berpotensi jadi tameng baru bagi pemain lama.
Pertanyaannya sekarang sederhana tapi tajam: Zainal ini saksi… atau bagian dari skema yang belum tersentuh ?
Penulis : Ravi
Editor : rvi
Sumber Berita: Turun lapangan













