Purnamanews.com,Makassar – Masyarakat di pulau terluar Kota Makassar, Sulawesi Selatan sangat bergantung pada kapal. Hal ini membuat mereka kerap waswas, apalagi jika sedang menderita sakit.
Warga Pulau Lumu-Lumu, Kelurahan Barang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar,sangat berharap Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) agar segera menyiapkan ambulans perahu.
Selama ini, warga pulau lumu-lumu hanya bergantung pada perahu warga nelayan lain untuk mengangkut orang sakit atau Jenazah dengan sistim sewa.
Baru-baru ini, salah satu warga pulau Lumu-lumu, dikabarkan meninggal dunia di salah satu RS di kota Makassar.
Jenazah warga pulau lumu-lumu terpaksa di angkut menggunakan perahu sewa dengan bayaran hingga jutaan rupiah.
Dengan kondisi kurang mampu, sewa perahu di bayar dengan cara patungan oleh keluarga dekat.
Padahal kata warga, di pulau lumu-lumu sendiri ada perahu Jolloro ambulans laut, namun pihak pengurus perahu ambulans inisial H H seakang tidak mengijinkan untuk di gunakan mengangkut Jenazah.
Warga pulau lumu-lumu merasa heran, bahkan ia bertanya, perahu ambulans tersebut itu untuk apa?, apakah hanya untuk di pajang atau untuk orang banyak?.
Berdasarkan penelusuran media, perahu Jolloro ambulans di pulau lumu-lumu sudah di wakapkan.
Dimana warga inisial HH warga pulau lumu-lumu sendiri telah mewakafkan satu unit perahu Jolloro’ senilai Rp70 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Makassar.
Perahu tersebut akan difungsikan sebagai ambulans laut untuk membantu warga kepulauan yang membutuhkan layanan kesehatan darurat ke daratan utama.
Namun fakta di lapangan berbeda,dengan pengakuan warga, perahu Jolloro ambulans tersebut diduga di gunakan untuk kepentingan pribadi.
Hingga berita ini di turunkan pihak media masih dalam upaya mengonfirmasi inisial HH. Dan
Media juga membuka ruang klarifikasi dan hak jawab.
Bersambung













