Rutan dan Lapas di Kepri Nyaris Dua Kali Lipat Kapasitas, Kasus Narkoba Mendominasi dan korupsi

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.comTanjungpinang Kondisi rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kian memprihatinkan. Selasa, 03 Februari 2026.

Data terbaru menunjukkan tingkat hunian telah melonjak hingga 97,9 persen di atas kapasitas ideal, menandakan persoalan serius dalam sistem pemasyarakatan di wilayah perbatasan tersebut.

Dari kapasitas normal yang tersedia, total 4.730 warga binaan saat ini menghuni rutan dan lapas di Kepri. Lonjakan tersebut didominasi oleh kasus narkotika, yang mencapai 2.554 orang, atau lebih dari separuh total penghuni.

Baca Juga :  Gowes Bareng Kapolres Kediri Warnai Aktivitas Pagi di Kampung Inggris

Angka ini sekaligus mempertegas posisi Kepri sebagai salah satu daerah rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain narkotika, perkara korupsi juga turut menyumbang kepadatan, dengan 98 narapidana tercatat menjalani masa hukuman atas tindak pidana tersebut. Meski jumlahnya tidak sebesar kasus narkoba, keberadaan napi korupsi tetap menambah beban fasilitas pemasyarakatan yang sudah sesak.

Kelebihan kapasitas hampir dua kali lipat ini tidak hanya berdampak pada kualitas pembinaan warga binaan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan keamanan, kesehatan, serta potensi pelanggaran hak asasi manusia di dalam rutan dan lapas.

Baca Juga :  Data Lamban, Derita Korban Banjir Makin Berat, Kepala Daerah Harus Bertanggung Jawab

Situasi ini kembali memunculkan desakan agar pemerintah pusat dan aparat penegak hukum melakukan langkah konkret, mulai dari optimalisasi program rehabilitasi bagi pengguna narkoba, perluasan alternatif pemidanaan non-penjara, hingga percepatan pembangunan dan redistribusi kapasitas lembaga pemasyarakatan.

Tanpa kebijakan luar biasa, rutan dan lapas di Kepri berpotensi berubah dari tempat pembinaan menjadi titik rawan persoalan hukum baru.

Singkatnya: penjara penuh, masalah ikut menumpuk.

Berita Terkait

Pasca Kebakaran,Kapolres Lebak Melalui Kapolsek Lebakgedong Berikan Bantuan Berupa Sembako Ke Ponpes Bahrul Ulum
UPTD Wilayah 1 Kembali Bersihkan Tumpukan Sampah Di Kali Kopeng Bersama Pemdes Babelan Kota
Satlantas Polres Metro Jakarta Utara Sosialisasikan Operasi Keselamatan Jaya 2026 Di Cilincing
Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Di Terminal Pelni Dan Terminal Bus Muara Angke
Batam Jadi Pintu Masuk, BNN Kepri Bongkar 35 Kasus Narkoba Lintas Negara Sepanjang 2025
Satgas Operasi Damai Cartenz Jaga Keamanan Bandara Bilogai, Pastikan Akses Logistik Warga Intan Jaya Tetap Lancar
Koramil 02/Matraman Gelar Karya Bakti Bersama Tiga Pilar Dan Warga
Koramil 05/Kramatjati-Makasar Gelar Patroli Dan Siskamling Keliling, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Wilayah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:00 WIB

Pasca Kebakaran,Kapolres Lebak Melalui Kapolsek Lebakgedong Berikan Bantuan Berupa Sembako Ke Ponpes Bahrul Ulum

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:28 WIB

UPTD Wilayah 1 Kembali Bersihkan Tumpukan Sampah Di Kali Kopeng Bersama Pemdes Babelan Kota

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:56 WIB

Satlantas Polres Metro Jakarta Utara Sosialisasikan Operasi Keselamatan Jaya 2026 Di Cilincing

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:42 WIB

Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Di Terminal Pelni Dan Terminal Bus Muara Angke

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:28 WIB

Batam Jadi Pintu Masuk, BNN Kepri Bongkar 35 Kasus Narkoba Lintas Negara Sepanjang 2025

Berita Terbaru