Purnamanews.com|Batam Jika hukum masih berfungsi, maka peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai semestinya cepat ditindak. Namun yang terjadi di Batam justru sebaliknya. Rokok ilegal merek RAVE beredar bebas, terang-terangan, dan masif. Dari toko grosir hingga warung kecil, barang ilegal ini dijual seolah resmi. Anehnya, Bea Cukai Batam tampak lumpuh. Selasa, (06-01-2026).
Fenomena ini bukan baru kemarin sore. Rokok ilegal RAVE dilaporkan sudah bertahun-tahun menguasai pasar di Kepulauan Riau, khususnya di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Tanpa pita cukai. Tanpa rasa takut. Tanpa penindakan berarti. Kondisi ini memunculkan satu pertanyaan telanjang: Bea Cukai Batam bekerja atau pura-pura tidak melihat ?
Publik wajar curiga. Bagaimana mungkin aktivitas ilegal sebesar ini luput dari pengawasan ?
Barangnya ada. Penjualnya ada. Lokasinya jelas. Namun tak satu pun langkah tegas yang benar-benar memukul mafia rokok ilegal. Yang terlihat justru pembiaran berkepanjangan, seolah hukum berhenti di pagar FTZ.
Situasi ini memperkuat dugaan bahwa Bea Cukai Batam tidak berdaya, atau lebih buruk lagi: takut menghadapi mafia rokok ilegal.
Jika tidak takut, lalu apa alasannya ? Ketidakmampuan ? Kelalaian ? Atau ada faktor lain yang sengaja disembunyikan dari publik ?
Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah gencarnya pemerintah menggaungkan Asta Cita, yang menekankan penegakan hukum dan perlindungan penerimaan negara.
Di lapangan, slogan itu seperti ompong. Negara dirugikan, hukum dilecehkan, sementara rokok ilegal RAVE terus mengalir tanpa hambatan.
Media online nasional telah berulang kali mengangkat persoalan ini. Informasi disampaikan. Fakta disodorkan.
Namun respons Bea Cukai Batam tetap datar-nyaris nihil. Tidak ada gebrakan. Tidak ada penangkapan besar. Tidak ada transparansi. Yang ada hanya diam yang memekakkan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, publik berhak menyimpulkan satu hal:
Bea Cukai Batam bukan kalah, tapi memilih kalah.
Dan ketika aparat kalah-atau takut-mafia menang.
Pertanyaannya kini tinggal satu:
Sampai kapan negara membiarkan Bea Cukai Batam terlihat takluk di hadapan mafia rokok ilegal ?
(Bersambung)
.













