Purnamanews.con, Langsa, Aceh — PDI Perjuangan menegaskan sikap politiknya untuk hadir bersama rakyat dalam situasi krisis, bukan sekadar melalui pernyataan, tetapi dengan kerja nyata di lapangan. Sejak 10 Desember 2025, Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan telah berada dan beroperasi di Aceh, memberikan layanan medis langsung kepada warga terdampak banjir besar, terutama di Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Sebanyak 10 tenaga kesehatan lebih dahulu dikerahkan untuk membuka posko kesehatan dan melaksanakan layanan medis keliling ke lokasi-lokasi pengungsian. Penguatan berikutnya dilakukan pada 14 Desember 2025, dengan bergabungnya 8 tenaga kesehatan tambahan di Posko Tim Kesehatan PDI Perjuangan di Kota Langsa, memperluas jangkauan dan kapasitas layanan kesehatan lapangan.
Langkah ini merupakan bagian dari keputusan politik nasional PDI Perjuangan dalam merespons bencana. Pada 29 Desember 2025, atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning, secara resmi melepas bantuan kesehatan skala besar dari Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta. Bantuan tersebut mencakup 30 unit ambulans, 30 dokter, 60 tenaga paramedis, serta 60 relawan BAGUNA, yang ditugaskan untuk memperkuat penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rombongan bantuan nasional ini tiba di Posko Tim Kesehatan PDI Perjuangan Kota Langsa pada 4 Januari 2026 dan diterima langsung oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Aceh, termasuk Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan, sebagai bagian dari konsolidasi operasional dan penguatan kerja lapangan.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal Aceh sekaligus doa keselamatan bagi para petugas kemanusiaan, DPD PDI Perjuangan Aceh menggelar prosesi peusijuek pada 5 Januari 2026, yang dipimpin oleh tengku/ustaz dayah di Kota Langsa. Prosesi ini dilakukan terhadap seluruh tim kesehatan, 10 unit ambulans, 1 mobil komando, dan 1 mobil tangki air, sebelum tim kembali bergerak ke wilayah-wilayah terdampak berikutnya.
Pimpinan Tim Kesehatan Nasional PDI Perjuangan melaporkan bahwa pelayanan kesehatan telah menjangkau Aceh Tamiang dan Aceh Timur, dan dalam waktu dekat akan diperluas ke Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, dan Pidie Jaya, sejalan dengan kebutuhan lapangan dan tingkat kerusakan wilayah.
Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran dan penguatan tim kesehatan ini merupakan wujud keberpihakan politik PDI Perjuangan kepada rakyat. Menurutnya, dalam situasi bencana, politik harus bekerja untuk melindungi rakyat, memastikan akses kesehatan, dan menjaga martabat kemanusiaan.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan, menyampaikan bahwa struktur partai di Aceh akan terus mengawal distribusi bantuan dan memastikan seluruh sumber daya yang dikerahkan DPP PDI Perjuangan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak, tanpa diskriminasi dan tanpa penundaan.
PDI Perjuangan menegaskan bahwa penanganan bencana bukan sekadar agenda sosial, melainkan tanggung jawab politik, dan partai akan terus berdiri di garis depan bersama rakyat Aceh hingga proses pemulihan berjalan tuntas.







