Purnamanews.com/ BREBES, JATENG – Pemilihan ketua DPC PDIP periode 2025-2026 penuh dengan kejanggalan karena Indra Kusuma yang di dukung oleh 17 PAC tersingkir. Ini ada indikasi bahwa keputusan sudah ada, dan Proses penjaringan disebut hanya formalitas saja, karena nama Cahrudin tidak ada dalam usulan.
Kader PDIP Brebes, Kismanto, Minggu 28/12/2025 menyatakan kekecewaan mendalam. “Penetapan Cahrudin seperti sulapan. Nama itu tidak ada dalam usulan resmi PAC maupun DPC. Penetapan di luar proses jelas membuat kader kecewa,” ujarnya.
Indra Kusuma yang didukung oleh 17 PAC dianggap tidak dihargai, membuat konsolidasi partai di Brebes dipertaruhkan. “Suara PAC diabaikan, proses penjaringan hanya sandiwara. Kalau aspirasi kader tidak dihargai, bagaimana publik bisa percaya pada komitmen PDIP terhadap rakyat,” tambah Kismanto.
Penunjukan Cahrudin memicu pertanyaan, terutama karena rekam jejaknya yang dianggap problematis. Pada Pilkada Brebes 2024, ia disebut berada di barisan pejuang kotak kosong, bukan mendukung calon bupati yang direkomendasikan PDIP.
Indra Kusuma akhirnya angkat bicara dengan sikap legowo, meski namanya disabotase dari rekomendasi akhir. “Legowo aja, ke depan tugas partai semakin berat dengan keadaan politik nasional yang semakin kompetitif dan sangat berpengaruh sampai di daerah,” ungkapnya.
Reaksi keras juga datang dari pengamat politik Brebes, Dr. Rudianto, yang menilai keputusan ini bisa berdampak buruk bagi PDIP. “Penunjukan Cahrudin adalah blunder besar. Ini menunjukkan partai tidak serius dalam menghargai aspirasi kader. Risiko kehilangan suara di Brebes sangat tinggi,” katanya.
Sementara itu, DPP PDIP belum memberikan klarifikasi resmi terkait kontroversi ini. Namun, sumber internal partai menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung dari pusat, tanpa mempertimbangkan aspirasi lokal.
Kontroversi ini diprediksi terus bergulir, meninggalkan tanda tanya besar tentang arah PDIP Brebes ke depan. Apakah Cahrudin bisa meredam kekecewaan kader dan membawa PDIP Brebes kembali ke jalur kemenangan? Hanya waktu yang bisa menjawab. ***







