Purnamanews.com,Maros – Kelurahan Raya Kabupaten Maros mulai tercoreng, akibat ulah oknum salah satu RT.
Dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) milik warga Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros kembali menjadi buah bibir ditengah masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh salah satu warga yang ikut menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra beberapa hari yang lalu.
Proses penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bertempat di Kantor Pos beberapa waktu lalu.
Diketahui,Masing-masing penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan Undangan dan di lengkapi barkot didalamnya.
Oknum RT Kelurahan Raya inisial B Melakukan Pemotongan BLT Milik warga, setelah warga datang menerima di PT Pos, ia minta sampai jumlah ratusan ribu per kepala kepada masyarakat.
Meski uang BLT yang sebelumnya di potong oleh oknum RT telah di kembalikan secara utuh kepada masing-masing penerima dengan melaui proses kesepakatan.
“Iye dia kembalikan pak karena mungkin takut di laporkan,” Ucap warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun masyarakat Kelurahan raya tetap was-was atas kejadian yang menimpa dirinya itu, dirinya khwatir agar terulang kembali, oleh sebab itu ia berharap agar oknum RT harus di evaluasi dari kinerjanya,
“Kami pasti was-was, karena takutnya nanti ini Oknum RT Kembali berulah, karena sudah kebiasaan melakukan,” Cemas warga.
Warga pun berharap agar Dinas Terkait segera mengevaluasi kinerja Oknum RT tersebut, karena telah melakukan dugaan pelanggaran yang membuat masyarakat resah.
“Saya berharap pak ini oknum RT segera di evaluasi dari kinerjanya, karena biar bagaimana pun ia telah menanamkan sejarah kejahatan terhadap masyarakat,” Harap dia.
Meski sudah di anggap selesai, namun publik justru khawatir atas kejadian tersebut, jika kejadian tersebut selesai di atas meja kelurahan, tanpa ada sanksi yang diberikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab maka di pastikan akan terjadi lagi di kelurahan lain.
Pejabat RT itu adalah pejabat Publik, moralitas pejabat publik harus dijaga, bukan dijadikan jabatan sebagai bentuk kekuasaan sampai mentesarakan warga, sehingga terjadi dugaan penyalahgunaan wewenang di dalamnya.
Pihak Kecamatan Turikale di konfirmasi atas adanya kejadian dugaan pemotongan BLwarga dirinya mengatakan,
“Siap
Nanti kami akan koordinasikan dengan lurahnya agar pada hari senin di hadirkan RT yang bersangkutan dikantor camat
Insya Allah akan kami beri teguran keras
Terima kasih infonya
Pak
🙏🙏,” Tulisnya.







