Purnama News|Tanjungpinang – Tekanan di sektor transportasi laut Kepri terus meningkat, namun satu nama tetap konsisten di garis depan: Azis Kasim Djou, Kepala Bidang Kepelabuhanan Dishub Provinsi Kepulauan Riau. Dalam situasi penuh keterbatasan anggaran, tarik-menarik kepentingan operator kapal, dan keluhan dari masyarakat pesisir, Azis tampil sebagai figur teknis yang bekerja dengan data dan akal sehat. Jumat, 11 Juli 2025.
Pelabuhan Dabo Singkep Rusak Parah, Dishub Tegaskan Belum Ada Dana
Baru-baru ini, kondisi Pelabuhan Dabo Singkep menjadi sorotan publik. Infrastruktur dermaga dilaporkan rusak parah dan membahayakan keselamatan penumpang. Azis menjelaskan bahwa pihaknya telah rutin mengusulkan perbaikan, namun tidak ada alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pusat tahun ini.
“Rehab pelabuhan mestinya menggunakan dana DAK, tapi tahun ini nihil. Kami tiap tahun sudah usul, tapi keputusan ada di pusat,” tegas Azis (6 Mei 2025).
Situasi ini menunjukkan bahwa Dishub Kepri tidak tinggal diam, namun terkendala skema penganggaran nasional. Azis meminta masyarakat bersabar sembari Dishub terus mengawal usulan ke pusat.
Polemik Kapal Feri di Batam, Dishub Bahas Pembatasan Kecepatan
Masih dalam bulan yang sama, nelayan Batam Centre mengeluhkan laju kapal feri yang terlalu cepat di jalur perairan dekat permukiman. Kecepatan tinggi memicu gelombang besar yang merusak perahu kecil dan membahayakan nelayan.
Merespons itu, Azis menyatakan pihaknya akan menggelar koordinasi lintas instansi untuk menyusun batas kecepatan kapal yang lebih aman dan tertib.
“Kami akan duduk bersama pihak kepolisian, syahbandar, dan perwakilan nelayan untuk menyepakati batas kecepatan di zona padat nelayan.”
Sengketa Trayek di Lingga: Tiga Solusi Tegas Dishub
Kasus sengketa trayek kapal antara Lintas Kepri dan Oceanna 9 di Pelabuhan Sungai Tenam, Lingga, juga menjadi medan uji kepemimpinan Azis. Bukannya membiarkan konflik berlarut, ia mengeluarkan tiga solusi tegas:
1. Pisahkan waktu keberangkatan kapal agar tidak terjadi rebutan.
2. Prioritaskan operator awal, tanpa menutup peluang kompetitor.
3. Evaluasi izin trayek secara berkala untuk menjamin ketertiban.
Solusi ini mendapat dukungan dari masyarakat dan ormas lokal, termasuk GERAM. Pendekatan Azis dinilai adil dan tidak berpihak, serta menekankan pentingnya pelayanan publik di atas kepentingan bisnis semata.
Pemimpin Birokrasi yang Bekerja Diam-Diam Tapi Nyata
Azis Kasim Djou bukan pencitraan, tapi kerja nyata. Dalam senyap, ia terus mendorong transportasi laut yang tertib, aman, dan adil di wilayah Kepri. Di tengah keluhan, kritik, dan tekanan berbagai pihak, Azis menjawab dengan data, koordinasi, dan ketegasan.













