oleh

WOUW HARI INI GMNI SERANG KADER PDI-P DI KPK

PurnamaNews.com – Jakarta. Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) KLB hari menduduki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mereka meminta agar kasus e-KTP segera terselesaikan.

Dalam orasi mereka masa menuntut KPK agar segera melayangkan panggilan kepada Puan Maharani, Ganjar Pranowo & Pramono Anung agar dapat di periksa.

Menurut mereka KPK terkesan lambat dalam proses pengembangan kasus berdasarkan keterangan suadara terdakwa yakni Setya Novanto mantan ketua DPRI-RI yang saat ini menjadi tersangka kasus korupsi & gratifikasi e-KTP.

Dalam persidangan beberapa waktu lalu Setya Novanto menyebutkan bahwa puan Maharani, Pramono Anung & Ganjar Pranowo ikut kecipratan hasil dari bagi bagi fee kasus e-KTP tersebut.

Dalam orasinya Sandri Rumanama (Kordinator Aksi) menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Seperti institusi drama yang suka mendramasir kondisi serta terlihat tumpang tindih & memilih aktor dalam proses hukum (Neopotis Of Low) maka itu dirinya meminta agar KPK harus mampu menjaga citranya di hadapan publik bukan cuman gencar dengan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Mereka berjanji jika tuntutan mereka tidak segera di tindak lanjuti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maka mereka akan datang dengan masa yang lebih banyak serta siap mengintrupsikan kepada 67 cabang mereka se-Indonesia serta kader dan Anggita mereka agar dapat melakukan Aksi Serentak jika KPK tidak mengeksekusi segara tuntutan mereka.

Tim/Redaksi

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed