oleh

WARGA PASI RAWA MINTA ABUSYIK TIDAK MELANJUTKAN PEMBANGUNAN BREAKWATER

Purnamanews.com ,Pidie – Pembangunan Breakwater (pemecah ombak) oleh Pemerintah Pidie, sebagai solusi dan antisipasi energy gelombang agar tidak erosif pantai.

Pembangunan bertujuan melindungi rumah rumah warga sepanjang bibir pantai selat malaka di Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie, menuai protes dari warga setempat beberapa waktu lalu.

“Saya tidak setuju dengan pembangunan proyek penahan ombak pinggir pantai, karena dapat menghambat mata pencaharian

kami sebagai nelayan” ungkap Kamaruddin (60) salah seorang nelayan juga warga Gampong Pasi Rawa Kecamatan Kota Sigli pada Media ini Minggu, (9/9).

“ coba bapak liat jika penahan ombak itu dibuat, lantas perahu atau boat kami dimana kami tambatkan,

kami ini warga miskin yang sehari mencari sesuap nasi, dan teman saya nelayan lainnya juga sama, apalagi untuk beli beras, dan anak anak sekolah” ujar Pawang Madiah

“Sebagai nelayan terhadap pembangunan ini kami protes kebijakan Pemerintah yang tidak melihat lebih jeli, tentang kehidupan kami sebagai apa” tambah Kamaruddin dengan nada berapi api.

“tanpa penahan ombak pun, sudah puluhan tahun saya hidup dipinggir pantai ini, air pasang pun tak naik ke Gampong, jadi menurut saya pemecah ombak itu nilai manfaatnya

tidak ada, artinya kawasan ini tidak perlu dibuat, dan warga disini meminta agar Pemerintah Pidie yakni Bupati Roni Ahmad (Abusyik)

untuk tidak melanjutkan Pembangunan Breakwater pemecah ombak itu, “timpal kamaruddin
lagi. (Hasballah)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed