oleh

Wakil Ketua DPRK Aceh Timur Komisi C Muhammad,Minta Pemerintah Antisipasi Harga Sembako

Purnamanews.com Aceh Timur —wakil ketua DPRK Aceh Timur komisi C, Muhammad atau yang akrab disapa Amad lembeng dari fraksi partai Aceh (PA),menilai Pemerintah Aceh belum siap untuk menghadapi kenaikan harga pangan dan kelangkaan pangan ditengah kebijakan tidak keluar rumah untuk melawan Covid-19 di Aceh.

Hal ini diungkapkan Muhammad berdasarkan pantauan lapangan di beberapa pusat belanja dan pasar di beberapa tempat di Aceh khususnya Aceh Timur.

“Kesiapan Pemerintah Aceh dalam menghadapi Covid – 19 juga harus mencakup kesiapan lainya, seperti mengendalikan harga pangan dan kelangkaan pangan.Jika pemerintah tidak siap maka akan munculnya gejolak ekonomi ditengah masyarakat,” kata Amad lembeng kepada media ini.Jumat (27/3/2020).

Amad menambahkan sebagai dampak langsung dari panic Covid -19 ini telah terjadi kelangkaan dan pelonjakan harga sembako di pasaran, misalnya gula yang sebelumnya di pasar hanya dijual Rp. 13.000/Kg per 24 maret mulai merangkak naik hingga mencapai harga Rp. 20.000- 22.000/Kg. Kemudian ditambah dengan sikap reaksinoner masyarakat dalam belanja kebutuhan pokok dengan memborong sembako karena khawatir bila tiba-tiba diberlakukan lock down di Aceh.

“Pemerintah Aceh saya harap untuk segera membuat skema penangan kondisi dengan langkah-langkah kongkrit.

Dalam hal ini saya menyarankan pemerintah juga menjalin kerjasama dengan sektor swasta yang selama ini menjadi distributor atau produsen pangan. Melibatkan mereka dalam menghadapi krisis ini akan membuat kondisi sosial stabil,”ujar Amad lembeng

Disamping itu pemerintah harus segera melaksanakan operasi pasar dan menindak dengan tegas pengusaha yang melakukan penimbunan dan mempermainkan harga sembako diatas harga pasar.

“Negara dalam hal ini pemerintah harus segera hadir mengontrol gerak ekonomi Aceh, Pembelian sembako oleh masyarakat juga harus dikontrol ketat.

Dinas Perdagangan harus segera membuka posko pengaduan atau call center untuk menerima pengaduan masyarakat jika terdapat oknum atau tempat usaha yang melakukan penimbunan barang.

Semua kita tau bahwa wabah Covid-19 telah melumpuhkan pereknomian, bahkan ramalan ekonomi akan adanya resesi global 2020,”pungkas Amad lembeng.

Hendrik

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed