oleh

Wakil Ketua (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar, Indonesia Bebaskan Bea Masuk Bagi Produk Palestina Dengan Catatan Khusus

[caption id="attachment_2501" align="alignnone" width="595"] Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar memberi catatan khusus atas langkah Pemerintah Indonesia membebaskan bea masuk bagi produk Palestina.[/caption]

PURNAMANEWS – Jakarta. Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar memberi catatan khusus atas langkah Pemerintah Indonesia membebaskan bea masuk bagi produk Palestina. Diantaranya memastikan tidak ada produk-produk Israel yang ikut serta dalam proses tersebut.

“Kebijakan ini dipastikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Palestina, karenanya Pemerintah harus memastikan bahwa produk tersebut asli dari negara tersebut. Mengingat seringkali selama ini sejumlah produk palestina melewati Israel,” ujar Rofi Munawar dalam siaran pers yang diterima, Ahad (12/8).KUNJUNGI SPONSOR=>

Rofi mengingatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita agar memfasilitasi secara serius produk-produk Palestina. Menurutnya jumlah ekspor Indonesia jauh lebih banyak ke Palestina dibandingkan sebaliknya. Padahal Palestina tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Baca Juga: PDI Perjuangan Takut Kalah: Dekati Kembali Pemilih Kalangan Islam 

Ia mengatakan dalam sejumlah kesempatan nampak Mendag seperti menyederhanakan persoalan tersebut. “Perlu waktu lebih dari sembilan bulan untuk membebaskan bea masuk produk-produk Palestina ke Indonesia. Padahal neraca perdagangan saat ini positif antara Indonesia dengan Palestina” tegasnya.

Dari data Kementerian Perdagangan nilai ekspor sepanjang  2017 Indonesia ke Palestina sebesar 2,05 juta dolar AS, dengan varian produk kopi, teh, pasta, roti, sabun, dan parfum. Sementara nilai impor produk dari Palestina yaitu kurma, bernilai 341 ribu dolar AS. Kondisi itu membuat neraca perdagangan Indonesia-Palestina  2017 surplus untuk Indonesia sebesar 1,7 juta dolar AS.

“Padahal komitmen peningkatan telah cukup lama terjadi saat pertemuan dengan Palestina dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Buenos Aires, Argentina, Desember 2017 lalu,”tambahnya.

Dalam kesepakatan dagang, Indonesia membuka pintu seluas-luasnya untuk produk asal Palestina tanpa dikenakan tarif bea masuk atau nol persen.

Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Implementing Agreement (IA) pada nota kesepahaman tentang penghapusan tarif bea masuk bagi produk kurma dan minyak zaitun murni di gedung Kementerian Perdagangan, Senin (6/8). Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun.

(tim/red)

Baca Sumber

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed