oleh

KETUM AWNI MEMINTA DEWAN PERS JANGAN TUTUP MATA TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN DUFI

PURNAMANEWS.COM, JAKARTA– Insan Pers kembali berduka, atas kematian Dufi. Belasungkawa itu di tunjukan oleh Ketua umum Aliansi Wartawan Nasional
Indonesia ( AWNI).

Alhamarhum Dufi, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tragis berada di dalam drum plastik.

Ketum AWNI, mengecam dan mengutuk atas perbuatan tersebut dan meminta segera kepada pihak berwajib untuk mengungkap motif kasus pembunuhan biadab tersebut.

Rosyid Wijaya, Ketua Umum AWNI turut belasungkawa atas kejadian yang menimpa Dufi. Menurut Ketum AWNI Rosyid Wijaya, saat di wawancara di kafe di jakarta mengatakan kasus ini harus segera digali.

Ia mengatakan, “Apa penyebab almarhum dibunuh? Dan motif apakah dibalik ini,” ungkapnya.

Ketum AWNI meyakini, ada kejanggalan dalam kematian Dufi. Sehingga, korban dibunuh dengan sadis.

“Agak janggal, dan saya yakin pembunuhan itu, berkaitan dengan tugas jurnalistik. Dan oleh sebab itu, pihak kepolisian harus dapat mengungkap kasus ini. Dan, segera menangkap otak dibelakang kasus tersebut,” tambahnya.

Jika dibiarkan maka akan menambah deretan panjang kasus penganiyaan dan pembunuhan terhadap wartawan.

Di akhir pembicaraan, Ketum AWNI mengatakan “Apalagi jasadnya dimasukkan di dalam drum seperti itu, saya akan kawal pihak kepolisian dalam mengungakap kasus ini sampai ketemu titik terangnya” tutupnya.

Semetara itu, Ketua Dewan Pembina AWNI (JUMARI PURNAMA), yang juga Pimpinan Redaksi Purnamanews.Com meminta kepada Dewan Pers untuk menyikapi pembunuhan terhadap Dufi.

“Jika benar almarhum di bunuh karena dalam tugas, maka kami mengutuk keras pelaku pembunuhan yang dilakukan secara sadis itu,” ungkapnya.

Pembina yang akrab disapa Jumari ini menambahkan, “lalu bagaimana respon dewan pers, harusnya ini segera disikapi dan mengambil langkah,” tambahnya.

Untuk diketahui, Dufi atau Abdullah Fithri Setiawan (43) alumni Kampus IISIP Jakarta, angkatan 1993. Korban juga pernah menjadi wartawan di sejumlah media nasional.

Jenazah korban pertama kali ditemukan pemulung berinisial SA (56), yang tengah melintas dan mencari barang bekas pada pukul 06.00 WIB, Minggu 18 November 2018.

Kapolsek Klapanunggal AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, mayat di dalam drum tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang tengah melintas di Kawasan Industri Kambang Kuning, sekira pukul 06:30 WIB.

“Saksi (pemulung) mengira bahwa drum plastik berisikan sampah. Namun setelah dibuka di dalamnya ada mayat laki-laki, langsung teriak minta tolong ke warga,” jelas Bimantor. Minggu (18/11/18).

Pria yang biasa dikenal Dufi ini juga merupakan alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Jakarta lulusan 1992.

Terakhir Dufi diketahui, bekerja sebagai tenaga pemasaran (marketing) di milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu). Saat ini, korban meninggalkan enam anak yang masih kecil-kecil dan satu orang istri.

Kini, korban telah dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper Jakarta Utara. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed