oleh

Tiga Mahasiswa Di Pukul Saat Demo,Kabid Hukum Dan Ham IMALAK Angkat Bicara

Purnamanews.com Maros —Dengan Beredarnya video di berbagai sosial media, ada tiga mahasiswa yang diseret oleh oknum aparat lalu kemudian dipukuli secara bersamaan. hal kejadian itu terjadi pada aksi demonstrasi tolak RUU tenaga kerja 08/10/2020

Terkait adanya tindakan represif yang diduga dilakukan oknum Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja terhadap peserta aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD kabupaten Maros

Melalui Kabid Hukum Dan Ham IMALAK (Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus) Dandi Samalewa mengungkapkan “Baiknya Kapolres Maros Mundur saja dari jabatannya dimana Kapolres yang Harus mengamankan dari aksi demonstrasi tersebut, malah justru sebaliknya aparat dari anggotanya tersebut melakukan tindakan yang tidak terpuji itu,”Tegasnya”.

Lanjut Dandi Sapaan Karibnya “Kapolres Maros Seharusnya bisa menjalankan tugas dengan baik dalam pengamanan aksi demonstrasi. Juga dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat khususnya warga di kabupaten Maros sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,”.

“Ini kan ada yang mengatur tentunya di Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Makna equality before the law ditemukan di hampir semua konstitusi negara. Inilah norma yang melindungi hak asasi warga negara. Namun yang ditahan dan diproses itu hanya mahasiswa, mengapa oknum yang terlibat dalam melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa tidak diproses?”Tegasnya”.

“Kami meminta bapak Kapolri untuk mencopot Kapolres Maros sebab kami mensinyalir bahwa Kapolres Maros tidak tegas dan acuh dalam melakukan tugasnya dalam pengamanan aksi demonstrasi”,Tutup Dandi Samalewa”.

Talla/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed