oleh

Ternyata Prosedur Layanan JKN-KIS Sangat Mudah

Simeuleu,Purnamanews.com-Jamkesnews – Sudah 5 tahun, BPJS Kesehatan menyelenggarakan amanat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, dimana dalam rentang waktu tersebut BPJS Kesehatan sudah banyak melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan mutu pelayanan baik pelayanan peserta

 

“Pada saat saya demam, saya bisa memperoleh pelayanan kesehatan di FKTP. Ternyata saya membutuhkan rawatan lanjutan, sehingga saya langsung dirujuk ke rumah sakit. Yang terbersit di benak saya saat itu, bahkan ketika saya sakit parah, saya bisa langsung dibawa ke rumah sakit tanpa rujukan melalui UGD. Semua itu cukup dengan menunjukkan kartu KIS,” aku Yanti kepada tim Jamkesnews, Rabu (27/02).

 

Jamkesnews – Sudah 5 tahun, BPJS Kesehatan menyelenggarakan amanat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, dimana dalam rentang waktu tersebut BPJS Kesehatan sudah banyak melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan mutu pelayanan baik pelayanan peserta maupun pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

 

Terobosan dan kemudahan yang diberikan BPJS Kesehatan salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Mobile JKN dan sistem rujukan online, dimana peserta JKN-KIS tidak perlu repot-repot lagi membawa kartu JKN-KIS. Cukup menunjukkan kartu digital yang ada pada aplikasi Mobile JKN, peserta sudah bisa memperoleh pelayanan di setiap FKTP dan FKRTL yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Begitu juga dengan rujukan online, dimana peserta tidak perlu lagi membawa kertas atau blanko rujukan untuk memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, cukup menunjukkan kartu, peserta sudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

 

Kemudahan tersebut sangat nyata dirasakan oleh Yanti, seorang ibu rumah tangga yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tinggal di Desa Labuhan Bakti, Kabupaten Simeuleu.

 

Ketika ditanya lebih mendalam soal manfaat Program JKN-KIS, kepada tim, Yanti menceritakan pengalamannya saat berobat menggunakan kartu JKN-KIS.

 

“Saat itu saya mengalami sakit lambung pada malam hari, melihat kondisi saya yang kesakitan keluarga saya panik dan segera melarikan saya ke RSUD Simeuleu. Nyatanya hanya dengan menunjukan KIS, saya langsung ditangani oleh pihak rumah sakit. Saya berpikir begitu mudahnya memperoleh pelayanan di rumah sakit. Bahkan sepulangnya dari rumah sakit, kami tidak dikenakan biaya sepeserpun,” tambah Yanti.

 

Pada kesempatan itu, ia dan sekeluarga bersyukur dan merasa sangat beruntung menjadi peserta JKN-KIS.

 

“Ketika saya dan keluarga saya sakit, KIS bagaikan dewa penolong untuk menyelamatkan hidup kami. Saya tahu berapa besar biaya yang harus saya keluarkan untuk sekali berobat apalagi kalau sampai dirawat rumah sakit. Terima kasih BPJS Kesehatan, terima kasih JKN-KIS,” pungkasnya mengakhiri percakapan bersama tim Jamkesnews. (Ns)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed