oleh

TERGUGAT PPAT MENGAJUKAN KEBERATAN KEPADA MAJELIS HAKIM PN TEMBILAHAN

Purnamanews.com – Riau. Persidangan lanjutan perkara gugatan perbuatan melawan hukum membuat keterangan palsu kedalam Akta Otentik yang di ajukan oleh Khairuddin dan Darmiati melalui tim kusa hukumnya Bardin SH.MH dan Ruslan,SH, kembali digelar Rabu (20/11/2019) di Pengadilan Negeri Tembilahan.

“Ada pemandangan menarik saat berlangsungnya persidangan perkara tersebut dimana salah seorang tergugat PPAT SZbh mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim yang di ketuai ibu Hera Polonosia Destiny, SH, MH (wakil ketua PN Tembilahan).”Ungkap Ruslan,SH kepada awak media.

Di dalam permohonannya kepada majelis hakim PPAT SZbh menyampaikan keberatannya karena dijadikan sebagai salah tergugat dengan mendasarkan kepada UU RI No. 30 Tahun 2004, tentang Jabatan Notaris, karena PPAT adalah jabatan profesi sebagaimana halnya hakim kata SZbh. Permohonan tergugat tersebut
langsung di tolak oleh majelis hakim.

Karena didalam perkara yang tengah
diperiksa oleh PN Tembilahan status PPAT SZbh bukan sebagai terperiksa melainkan sebagai pihak. “Ibu didalam perkara ini adalah sebagai pihak bukan terlapor atau terperiksa, jadi mengenai keberatan ibu silakan nanti
dimasukkan saja kedalam jawaban ibu selaku tergugat,”tegas ketua majelis hakim.

Persidangan tersebut akhirnya dilanjutkan ke proses mediasi para pihak sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1
Tahun 2016. Sidang selanjutnya akan kita buka kembali setelah adanya laporan dari mediator, kata ibu Hera Polonisia Destiny, SH, MH ketika
menutup persidangan.

Duma/Red

Article ini sebelumnya telah terbit di Media Purna Polri

(Gugatan Membuat Akte Jual Beli Palsu)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed