oleh

SOSIALISASI PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU

PURNAMANEWS.COM,BEKASI –  KementerianLingkungan hidup (LH) yang tidak hadir dalam acara sarana dan prasarana pengolahan sampah terpadu yang di wakili oleh BPK ARI,dan KABID Kebersihan DODY AGUS.S didesa mekarmukti kecamatan cikarang utara .Jumat,(19/07/2019).

Ari perwakilan kementrian lingkungan Hidup (LH) Saat di konfirmasi selesai acara mengatakan.
teman dari dinas kebersihan kabupaten Bekasi kita sama-sama akan mensosialisasikan kepada masyarakat di desa mekarmukti ini terkait dengan akan dibangunnya dan Bayu register untuk kapasitas yang besar dari 10 ton .

kemudian hari yang kedua itu adalah Bayu register yang ketiga kemudian nanti juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di lokasi dibangunnya fasilitas buang sampah ini kabupaten sudah tidak lagi mampu paling banyak dia punya satu TPA burangkeng.

Waktu tahun depan itu sudah penuh dia sudah tidak lagi mampu melakukan pengurangan dan tidak mampu menerima sampah-sampah kabupaten Bekasi ini,oleh sebab itu pemerintah serta lingkungan hidup dan kehutanan untuk melakukan pengurangan sampah dengan membantu provitasi pembangunan .ungkapnya Bpk ARI saat di konfirmasi disela – sela selesai acara kepada Rekan Media.

KABID kebersihan DODY AGUS.S mengatakam untuk daerah kabupaten / kota yang dilewati oleh sungai Citarum,10 ton per hari melakukan pencacahan terhadap sampah- sampah organik segitu adalah untuk membantu memberikan bantuan kepada pemerintah kabupaten / kota.

Alat itu ada 21 itu adalah biodigester yang nilainya sekitar 2,4 ikut dengan sosialisasi sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dinas lingkungan hidup bersama-sama .

Kabid keberaihan DODY AGUS.S Mengatakan,akan diolah Menjadi  kompos organik bisa menjadi kapasitasnya sama banyak 50 ton dulu kita buat nya sudah punya 247 tong sampah udah punya 14 sampai tingkat kecamatan .

Karena masyarakat jumlah penduduk 4 juta masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam melaksanakan pengelolaan sampah-sampah ini dikembalikan lagi, persoalan ini masyarakat mengenai kesadaran diri sendiri lagi.ungkapnya dody Agus.s. Yang sama-sama kita menyelesaikan ini itu udah semuanya kita serahkan kepada teman-teman di kabupaten dan kelurahan dari komunitas tadi ada di sini itu sekitar 12 orang mereka juga bisa semuanya kita serahkan di kabupaten dan kelurahan memberikan bantuan kepada teman-teman di kabupaten Bekasi pengelolaan atau melakukan monitoring dan evaluasi terhadap alat yang diberikan terhadap konsumen mesin pencacah yang kedua .

(Soyipullah/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed