oleh

SEORANG ANAK TEGA MENGHABISI ORANG TUA KANDUNGNYA SENDIRI

PURNAMANEWS.COM,BEKASI – Terbukti terganggu kejiwaannya seorang anak tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri yaitu Bpk.Juminta (65 Th) dengan menggunakan sebilah linggis untuk melakukan perbuatan kejinya.yang berada di Kp.kobak Desa, Sukamakmur Kec,Sukakarya Kab.Bekasi.Senin,(23/09/19).

Tersangka/Sdr.Herman melakukan aksi kejinya berdasarkan hal sepele dan tidak sewajarnya sekira pukul:02.00 Wib,karena tidak suka dengan suara berdengkur ayah nya saat tidur dan menurut nya menggangu “katanya.

Kemudian setelah melakukan aksi tersebut tersangka pergi menghampiri kerumah kaka nya yang berada di Kp.Kandang Desa,Sukaraya Kec,Karang Bahagia.seakan tidak mempunyai dosa apapun.tidak lama pelaku pergi meninggalkan rumah dan membiarkan pintu keadaan terbuka atau tidak tertutup.

Pada Saat pagi hari sabtu,(31/08/19) sekira pukul : 05.00 wib beberapa warga yaitu ibu Ida dan Ibu Sarni hendak ingin menengok kerumah tersebut dan ternyata keadaan pintu telah terbuka kemudian melihat Korban dengan keadaan posisi terlungkup dan berlumuran darah setelah di kroscek korban sudah tidak bernyawa/Meninggal Dunia.

Pada saat itu juga Ibu Ida dan Ibu Sarni bergegas meminta bantuan kepada warga untuk melakukan penanganan dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sukatani guna penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka/Sdr.Herman Sebelumnya telah dikenal sosok yang baik dan ramah tamah,kemudian dinikahkan dengan sosok wanita yang dikenal baik pula dan sempat memiliki suatu usaha yang sudah maju,kemudian usaha tersebut anjlok/bangkrut.berawal dari kebangkrutan usaha nya hingga berujung perceraian.kemudian Sdr.Herman lebih banyak berdiam diri dan sering membaca buku.”katanya.

Tersangka dikenai ancaman Hukuman Pasal 340 KUHP Pidana mati atau Pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu ,paling lama 20 Tahun.

Dari hasil Pemeriksaan Kapolsek Sukatani Bpk.AKP TAIFUR. Menyatakan Bahwa tersangka Sdr.Herman Ditangguhkan penahanannya dikarenakan hasil dari observasi Dokter Kejiwaan kramat jati yaitu Dr.Henny bahwa benar tersangka mengalami gangguan kejiwaan secara permanent,Dan tersangka diserahkan kepada pihak keluarga untuk melakukan pengobatan ke RS.Jiwa Bogor.

Namun Proses Hukum masih berlanjut dikarenakan masih menunggu penetapan hakim.

(Adhi)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed