oleh

Sekretariat KIP Pidie Bantah Adanya Pemotongan Anggaran Pembuatan TPS

PIDIE –  Mengenai pembuatan 1.368 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dalam Kabupaten Pidie, Sekertaris Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie, Iswandi SSos membantah  tentang adanya dugaan pemotongan anggaran pembuatan (TPS) yang di beritakan media lokal di Kabupaten Pidie tertanggal (20-6-2019).

Iswandi menanggapi pemberitaan media online tersebut, ia mengatakan, sebenarnya bukan pemotongan tapi pengalihan anggaran.

Ia menyebutkan, karena dalam aturan anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai juknis pengunaan anggaran nomor 076 tahun 2019 yang mana dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggaran di masing-masing daerah.

Lebih lanjut, Iswandi menerangkan dari anggaran pembuatan Rp.1.600.000/TPS, ditransfer dana Rp.1.100.000/TPS. dan sisa dana tersebut tidak digunakan diluar kewenangan penggunaan anggaran.

Iswandi menyebutkan rincian anggaran, untuk uang saku pengepakan logistik ditingkat Kecamatan Rp.4,600,000 se-Kecamatan dalam Kabupaten Pidie. Persiapan distribusi logistik dan pemungutan suara ditingkat Kecamatan Rp,92,000,000 dalam Kabupaten Pidie. Distribusi logistik di 23 Kecamatan Rp.207,000,000, Bimtek KPPS Rp,207,000,000 yang ditransfer ke rekening PPK Kecamatan sementara pembuatan stempel KPPS sebanyak 1,380 buah Rp.80,000,000 dan lain-lain.

“Dana tersebut digunakan juga untuk menutupi kekurangan kebutuhan honor dan oprasional KPPS yang mana KPU hanya menganggarkan sebanyak 1,368 KPPS dan KIP Pidie menanggulangi  sebanyak 1,380 kpps,” terang Iswandi, Jum’at (21/6/2019).

Mengenai pengalihan angaran ini, lanjut Iswandi juga sudah dibahas dengan pihak sekretariat Kecamatan (sekertaris sekecamatan) Kabupaten Pidie saat acara di Hotel Safira pada tanggal (08-04-2019) di sigli turut hadir para komisioner KIP pada saat pembahasan Bimtek pertanggung jawaban adhock Kecamatan se-Kabupaten Pidie.

“Dan anggaran tersebut digunakan untuk bimtek tungsuara yang dianggap sangat penting mengingat pemilu 2019 merupakan pemilu yang berbeda dengan pemilu lainnya,” jelasnya.

Terakhir ia mengatakan, hal ini juga membuktikan bahwa tim anggaran KPU Kabupaten Pidie yang dibawah naungannya, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ia mengatakan telah bekerja maksimal dalam hal penggunaan dan pengalokasian anggaran agar Pemilu di Pidie berkualitas.

“Namun jika mengenai teknis kepemiluan itu dapat dikonfirmasi langsung dengan komisioner yang bersangkutan, karena sekretariat kpu pidie hanya mendukung administratif kepemiluan,” tandas Iswandi.

Sebelumnya diberitakan media lokal yang menyebutkan ada oknom sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie yang diduga menotong anggaran untuk 1.368 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Pidie. (red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed