oleh

Sejarah, Sudah 8 Kali Lombok NTB di Guncang Gempa Besar Sejak 1856

[caption id="attachment_2362" align="alignnone" width="300"] Jika kita memperhatikan peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, tampak seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter. Artinya, memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini,[/caption]

PURNAMANEWS – Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Lombok, NTB, sudah 8 kali diguncang gempa berkekuatan besar. Gempa kerap melanda Lombok lantaran daerah tersebut berada di kawasan seismik aktif.

“Jika kita memperhatikan peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, tampak seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter. Artinya, memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini,” kata ‎Kabid Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono Senin (6/8/2018)KUNJUNGI SPONSOR=>

Berdasarkan catatan sejarah dari data BMKG, terdapat delapan gempa berkekuatan besar yang terjadi di ‎Lombok, seperti berikut ini :

Baca Juga: Gempa Kembali Melanda Lombok, 82 Orang Meningal 

1. Gempa disertai tsunami di Labuantereng, Lombok, 25 Juli 1856;

2. Gempa kekuatan 6,7 SR guncang Lombok pada 10 April 1978. Akibat gempa itu, banyak rumah mengalami kerusakan.

3. Gempa 5,7 SR yang guncang Lombok pada 21 Mei 1979. Banyak rumah rusak akibat gempa tersebut.

4. Gempa Lombok pada 20 Oktober 1979. Gempa dengan kekuatan 6,0 SR itu mengakibatkan banyak rumah rusak.

Gempa Lombok juga berdampak hingga kawasan Gunung Rinjani. (Foto: Ist)

5. ‎Gempa berkekuatan 6,1 SR landa Lombok, pada 30 Mei 1979. Gempa itu mengakibatkan banyaknya rumah rusak dan 37 orang meninggal;

6. Gempa Lombok pada 1 Januari 2000. Gempa dengan kekuatan 6,1 SR itu mengakibatkan 2.000 rumah rusak‎;

7. Gempa Lombok, 22 Juni 2013 dengan magnitudo 5,4 yang mengakibatkan banyak rumah rusak;

8. Gempa Lombok pada 5 Agustus 2018. Gempa dengan magnitudo 7,0 SR itu mengakibatkan banyak rumah rusak dan korban meninggal.

Menurut Daryono, gambaran catatan sejarah gempa tersebut sudah dapat mewakili bahwa Lombok memang rawan gempa. Peristiwa gempa di Lombok merupakan sesuatu kejadian alam yang sulit ditebak.

“Kondisi alam semacam ini merupakan sesuatu yang harus diterima, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, semua itu adalah konsekuensi yang harus dihadapi sebagai penduduk yang tinggal dan menumpang di batas pertemuan lempeng tektonik,” ungkapnya.

(tim/red)

Baca Sumber

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed